Kecapi, Alat Musik Tradisional Dari Daerah Sunda

Advertisement

Advertisement
Advertisement

Kecapi merupakan alat musik tradisional yang berasal dari tatar Sunda. Alat musik ini biasa digunakan untuk mengiringi tembang sunda. Kata  kecapi sendiri berasal tanaman sentul yang dipercaya dari zaman dahulu dipakai untuk pembuatan kecapi. Di dalam perkembangannya alat musik kecapi ini tidak hanya dipakai untuk mengiringi lagu-lagu sunda. Tetapi juga untuk mengiri lagu-lagu non sunda, baik itu lagu genre pop maupun dangdut dan lain sebagainya.

Daftar Isi

Fungsi Alat Musik Kecapi

Sebagai alat pengiring, kecapi bisa dimainkan atau terbagi menjadi kecapi indung atau kecapi rincik. Kecapi induk atau kecapi indung sendiri merupakan kecapi yang pada umumnya digunakan untuk memimpin iringan musik, seperti memberikan bridges, intro, interlude, dan tempo. Sedangkan kecapi anak atau kecapi rincik berfungsi untuk memperkaya iringan musik, seperti mengisi ruang diantara nada dengan frekuensi nada yang tinggi.

Bentuk Alat Musik Kecapi

Bentuk Alat Musik Kecapi

Kecapi terbagi menjadi 2 bentuk, yaitu kacapi parahu dan kacapi siter. Kacapi parahu sendiri terbentuk dari suatu bentuk kotak resonansi yang dibagian bawah kotak tersebut dibuat lubang resonansi dan mempunyai fungsi untuk menjadikan suara keluar. Dinamakan parahu, hal tersebut dikarenakan bentuk dari kecapi ini menyerupai bentuk perahu.

Sedangkan pada kecapi siter sendiri adalah kotak resonansi dengan desain bidang rata yang sejajar. Kecapi siter ini tidak jauh berbeda dengan bentuk kecapi parahu. Pada bagian bawah dan atasnya berbentuk trapesium. Di dalam proses penggunaannya, kecapi ini biasanya dapat ditala dengan berbagai macam laras yang ada seperti pelog, slendro, atau madenda.

Bahan Pembuatan Alat Musik Kecapi

Bahan dasar pembuatn kecapi adalah dari kayu kenanga Kayu kenanga tersebut biasanya telah direndam dalam waktu 3 bulan. Untuk menghasilkan suara yang bagus, kecapi umumnya akan menggunakan senar yang terbuat dari bahan tembaga, logam, dan adanya campuran emas. Tetapi tentu saja senar seperti itu harganya cukup mahal. Untuk itu kecapi biasanya juga memakai senar yang terbuat dari kawat berbahan baja.

Cara Memainkan Alat Musik Kecapi

Alat musik kecapi dimainkan dengan cara di petik. Teknik pemetikan pada alat musik kecapi terbagi menjadi 3 yaitu, teknik petikan dijambret, teknik sintreuk toel, dan petikan dijeungkalan. Teknik dijambret adalah dengan posisi tubuh dan gerakan jari seperti sedang menjambret, yaitu gerakan jari-jari dengan menyembunyikan 3 buah nada bersamaan. Teknik petikan ini biasanya dimainkan dalam iringan lagu Sunda dengan alunan intonasi yang cepat.

Sedangkan teknik sintreuk toel adalah cara memetik dengan memakai 2 buah telunjuk jari, yaitu posisi telunjuk tangan kanan melipat ke arah dalam dan pada bagian ujung kuku menyentuh senar-senar kecapi dengan cara menjentik. Untuk telunjuk tangan kiri posisinya yaitu sedikit melengkung ke bagian bawah serta ujung kukunya menyentuh senar-senar kecapi. Sementara teknik dijeungkalan adalah teknik yang mirip dengan teknik dijambret, hal ini dilakukan dengan posisi tangan kanan sebagai penyaji iringan musik dan tangan kiri untuk penyaji suara bebas.

Notasi dan Penalaraan Alat Musik Kecapi

Dalam memainkan kecapi, biasanya memakai notasi dengung. Notasi degung adalah notasi bagian dari suatu sistem yang dinamakan sistem heptachordal pelog. Alat musik ini mempunyai 5 tangga nada pentatonis, yaitu nada Da, MI, Na, Ti, dan La. Di dalam pertunjukan, biasanya kecapi ini dipakai bersamaan dengan alat musik tradisional lainnya, seperti suling sunda. Perpaduan alat musik kecapi dengan suling akan menghasilkan suara dan alunan yang sangat indah dan nyaman di dengar.
Advertisement