Tari Oncer, Tarian Tradisional Suku Sasak di Lombok NTB

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Tari Oncer, Tarian Tradisional Suku Sasak di Lombok NTB

Tari Oncer merupakan tarian tradisional yang berasal dari kebudayaan masyarakat suku sasak di Lombok Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Tarian ini merupakan tarian yang diciptakan oleh Muhammad Tahir, tepatnya di desa Puyung, Kabupaten Lombok Tengah ditahun 1960.

Dalam pertunjukannya, Tari Oncer ini biasanya akan dimainkan oleh 3 kelompok, dimana masing-masing kelompok tersebut merupakan kelompok penari kenceng yang pada umumnya terdiri dari 6 sampai 8 orang penari dengan membaca kenceng, 1 orang pembawa petuk yang disebut dengan penari petuk, dan 2 orang pembawa gendang yang disebut dengan penari gendang.

Selain itu, tarian oncer ini tidaklah berdiri sendiri sebab pada akhir bagian terdapat gamelan Gendang Beleq dipukul sambil menari-nari. Tarian Oncer ini biasanya terdiri dari 3 bagian dimana pada bagian pertama menggambarkan sebuah peperangan. Semua para penari akan menari secara bersama-sama dengan gerakan-gerakan tari tertentu. Yang pertama adalah gerak tinduk, gerakan ini menggambarkan keberangkan ke dalam sebuah medan peperangan, dimana dalam gerakan ini lebih menonjolkan gerak mengangkat kaki. Kedua yaitu Gerak bukaq jebak, yang artinya adalah membuka pintu. Gerakan ketiga yaitu kadal nengos, yang artinya adalah kadang yang menengok, dimana gerakan ini merupakan suatu tanda kewaspadaan kepada musuh dengan selalu melihatnya ke arah kiri kekanan serta kemuka dan belakang. Selanjutnya yaitu Gerak rebek taping dan tereq repoq, dinmana gerakan ini biasanya diperagakan gerak bambu yang setengah tumbang akibat tiupan angin.

Nah, bila pada bagian pertama tarian diisi oleh cukup banyak gerakan, pada bagian kedua dan ketiga tidaklah seperti itu. Pada bagian ketiga inilah bagian yang melukiskan kondisi sesudah selesai perang yang ditandai dengan adanya gerakan cempaka panclang atau cempaka berguguran, keroton kombol atau kembang sepatu kuncup, dan sandal kebak atau kembang sandat yang mekar. Tari oncer umumnya dapat ditarikan oleh laki-laki maupun perempuan, namun perannya tetaplah laki-laki.

Untuk alat musik pengiringnya, biasa akan memakai tetabuhan Gendang Beleq, suling, rincik, ceng-ceng, reong, gong, dan gendang kecil. Menurut sejarah, Gendang Beleq ini biasanya dipertunjukkan di pesta-pesta kerajaan yang mengiringi pasukan yang berangkat ke medang peperangan atau datang dari medan peperangan.

Saat ini, Gendang Beleq berfungsi sebagai tarian penyambutan tamu, dan memiliki beberapa struktur penyajian dengan diawali masuknya dua orang penari gendang sehingga akan menampakkan bahwa tarian ini sangat gagah dan juga dinamis. Kemudian masuklah 4 sampai 6 para penari oncer, sedangkan para penari gendang sembari mengambil posisi disamping kanan kiri sebagai latar belakangnya. Kemudian para penari Oncer mengambil posisi duduk sembari menyanyi lagu Pampang Paoq. Pada akhir tarian, para penari Oncer akan keluar diikuti para penari gendang.
Advertisement