Tari Rantak, Tarian Tradisional Dari Sumatera Barat

Advertisement

Advertisement
Advertisement

Tari Rantak merupakan salah satu tarian tradisional yang terinspirasi dari gerakan pencak silat dan berasal dari kebudayaan masyarakat Minangkabau Provinsi Sumatera Barat. Tarian ini merupakan tarian tradisional yang lebih mengedepankan dan menegaskan ketajaman dari gerakan para penarinya.

Daftar Isi

Asal Usul Tari Rantak

Meskipun sudah terdapat beberapa tulisan mengenai asal usul dari Tari Rantak Kudo ini, namun belum ada sumber yang benar-benar menjelaskan secara detail mengenai asal usul tarian ini. Hal tersebut diperkirakan karena sejarah dari Tari Rantak Kudo ini diperkirakan sudah ada sejak lama di Kabupaten Kerinci.

Menurut para seniman-seniman senior disana, jika kesenian ini sudah dipelajari dan dilaksanakan jauh sebelum mereka lahir tetapi asal-usulnya menjadi kabur dengan seiring berjalannya waktu dan kurangnya perhatian dari para sejarahwan setempat.Keberadaan kesenian tari Kerinci ini terus dijaga secara turun-temurun oleh para seniman kebudayaan Kerinci lokal dari generasi ke generasi, meskipun kerberadaannya saat ini sangat sedikit sekali dan mulai pudar.

Pertunjukan Tari Rantak

Dalam pertunjukannya, Tari Rantak umumnya akan ditarikan oleh beberapa para penari laki-laki dan penari perempuan dengan memakai busana berwarna merah dan emas, dengan dikombinasikan oleh pakaian yang berwarna cerah, musik yang dinamis serta gerakan yang sangat kuat dan tajam ditambah lagi dengan hentakan kaki, membuat tarian ini dapat menghipnotis mata para penonton yang sedang melihatnya.

Gerakan Tari Rantak

Tari Rantak ini umumnya ada 2 macam, yakni Tari Rantak Kudo ciptaan dari Gusmati Sud dan Tari Rantak Kudo pesisir selatan yang sedikit lebih kuno. Keunikan pada tarian ciptaan Gusmiati Sud ini yaitu terdapatnya jenis-jenis teknik yang menekankan diberbagai teknik gerakan silat lengkap dengan filosofinya, yakni:
  • Tagak-tagak (berdiri tegak), yaitu gerakan yang melambangkan konsep merenung sebelum melakukan tindakan sesuatu.
  • Ukua Jo Jangko (gerakan seperti mengukur), yaitu gerakan yang bermakna melakukan segala sesuatu harus sesuai dengan kemampuan dan diukur dengan baik.
  • Pandang Kutiko (memandang), yaitu gerakan yang memiliki makna kemampuan dalam menafsirkan sebuah peristiwa ataupun pelajaran dengan bijaksana dan tidak berat sebelah.
  • Garak-garik (bergerak), yaitu gerakan yang memiliki makna inisiatif dalam melakukan sesuatu yang baik, kewaspadaan, dan penuh kepekaan.
  • Raso Pareso, yaitu gerakan yang melambangkan pikiran yang telah menyatu dengan hati nurani.
Semua gerakan tersebut bermaksud untuk melestarikan kesenian Pencak Silat dan juga untuk menunjukan filosofi yang sebenarnya dari semua gerakan Pencak Silat dan juga tari Rantak itu sendiri didalam kesatuan gerakan yang harmonis. Terlepas dari itu semua, bahawa Tari Rantak ini merupakan tarian tradisional yang dinamis dan juga menaarik untuk di tonton.
Advertisement