Mengenal 10 Macam-Macam Ukiran Toraja serta Maknanya

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement


Tana Toraja merupakan salah satu kabupaten yang terdapat di Sulawesi Selatan, Tana Toraja tidak hanya memiliki ritual budaya dan pemandangan alam yang luar biasa, tetapi juga memiliki sejumlah kekayaan seni rupa. Salah satunya adalah ukiran. Ukiran seni pahat ini dapat kita jumpai di rumah adat Toraja (Tongkonan) dan beberapa hiasan didinding. Setiap ukiran memiliki maknanya tersendiri.

Berikut ini 10 ukiran dari tana toraja.

Daftar Isi

1. Ukiran Pa'tedong


Ukiran Pa'tedong

Kata Pa’ tedong berasal dari kata Tedong yang dalam bahasa Toraja berarti kerbau. Ukiran tersebut menyerupai bagian muka seekor kerbau. Di Tana Toraja, kerbau adalah binatang peliharaan yang sangat disayangi. Bagi masyarakat Toraja, kerbau mempunyai banyak fungsi diantaranya yaitu sebagai emas kawin,  alat transaksi dalam jual beli masyarakat Toraja, sebagai hewan pengolah sawah, sebagai korban persembahan kepada dewa atau leluhur dan lain-lainnya. Makna dari ukiran ini adalah Lambang kesejahteraan bagi masyarakat Tana Toraja, sebagai lambang kemakmuran.

2. Ukiran Pa'kapu' Baka


Ukiran Pa’kapu Baka

Pa’kapu Baka artinya adalah ukiran yang menyerupai simpulan-simpulan penutup bakul dimana bakul adalah alat yang sering digunakan orang Toraja sebagai tempat untuk menyimpan harta benda. Makna dari ukiran ini adalah sebagai tanda dari harapan agar keluarga akan senantiasa hidup rukun, damai sejahtera, dan bersatu padu bagaikan harta benda yang tersimpan dengan aman dalam bakul.

3. Ukiran Pa'salaqbi' Dibungai


Ukiran Pa'salaqbi' Dibungai

Salaqbi' berarti pagar atau penghalang. Ukiran ini bermakna bahwa menurut kepercayaan orang Toraja, salaqbi adalah benda untuk melindungi keluarga mereka dari hal –hal negatif seperti niat jahat ataukah penyakit dan diharapkan agar manusia bisa menjaga diri atau mencari pengetahuan untuk dapat mempertahankan diri dalam mengaruhi kehidupan yang begitu banyak cobaan.
Advertisement

4. Ukiran Pa'dadu


Ukiran Pa'dadu

Pada zaman dahulu, permainan Dadu adalah sejenis judi yang sangat digemari oleh hampir sebagian masyarakat. Adapun makna dari ukiran ini yaitu adalah sebagai peringatan kepada anak cucu, agar mereka jangan bermain dadu atau judi dikarenakan permainan ini sangat berbahaya.

5. Ukiran Pa'lamban Lalan


Ukiran Pa'lamban Lalan

Ukiran ini terdiri dari dua suku kata yaitu Lamban dan Lalan. Lamban artinya menyeberangi dan Lalan artinya jalanan. Makna yang terkandung dalam ukiran ini adalah sebagai nasehat agar kita tidak mencampuri perkara atau urusan orang lainjika masalah tersebut tak ada sangkut pautnya dengan kita sendiri.

6. Ukiran Pa'ara' Dena' I


Ukiran Pa'ara' Dena' I

Ukiran ini menyerupai bulu pada burung pipit. Dalam mitos orang Toraja, bahwa burung Pipit dianggap sebagai hewan yang tidak jujur dan sebagai perusak tanaman padi. Makna ukiran ini yaitu agar manusia menempuh kehidupan dengan sikap dan pendirian yang jujur.
Advertisement

7. Ukiran Pa'kangkung


Ukiran Pa'kangkung

Ukiran ini menyerupai pucuk pada daun kangkung. Maknanya adalah agar manusia membaktikan dirinya, tidak hanya bagi diri sendiri akan tetapi buat orang-orang di sekitarnya. Diharapkan juga agar keluarga sehat dan murah rejeki seperti sayur kangkung yang tumbuh subur.

8. Ukiran Pa'barana' I


Ukiran Pa'barana' I

Ukiran ini berasal dari kata Baranaq yang berarti pohon beringin. Makna ukiran ini adalah agar keturunan dapat memperoleh rejeki dan berkembang seperti halnya pohon beringin yang selalu tumbuh dengan lebat dan juga diharapkan nantinya akan muncul keturunan yang dapat menjadi pemimpin dan melindungi rakyat umum.

9. Ukiran Ne' Limbongan

 
 Ukiran Ne' Limbongan

Limbongan berarti sumber mata air yang tidak akan pernah kering dan yang dapat memberi penghidupan segar kepada alam serta manusia. Ukirannya ini melambangkan orang Toraja yang bertekad memperoleh rezeki dari empat penjuru mata angin. Bagaikan mata air yang bersatu didalam danau dan memberi kebahagiaan bagi anak cucu kelak.

10. Ukiran Pa'tanduk Re'pe


Ukiran Pa'tanduk Re'pe

Ukiran Pa'tanduk Re'pe ini menyerupai tanduk kerbau. Ukiran ini sering ditempatkan di segala sisi rumah adat Toraja sebagai kenangan kepada kerbau, dimana kerbau dipandang sebagai simbol status sosial dalam masyarakat Toraja. Ukiran ini diartikan sebagai tanda perjuangan hidup agar dapat menemukan ketentraman dari hasil jerih payah, dan juga dapat menemukan harta yang berharga seperti nilai kerbau bagi masyarakat.