Kesenian Barzanji



Barzanji adalah bentuk Slawatan yang tidak menggunakan alat musik, tetapi dimainkan oleh sejumlah orang-orang yang bernyanyi bersama-sama atau koor. Mengenai kapan datangnya bentuk Slawatan Barzanji ni, masyarakat umumnya tidak dapat mengetahui, namun kemungkinan besar kesenian Barzanji mulai ada hampir bersamaan dengan datangnya kesenian Slawatan Maulud.

Kesenian Barzanji ini hidup dan berkembang seperti keadaan aslinya dan hanya berfungsi untuk alat penyiaran agama Islam serta sedikit ada hiburan, sehingga kesenian ini bukan termasuk dari seni pertunjukan, jadi kesenian ini tidak ada penontonnya secara khusus.

Jumlah pemain kesenian Barzanji tidak menentu, tetapi biasanya sekitar 25 sampai 30 orang. Para pemainnya dapat berupa pria semua, namun juga dapat wanita semua, ataupun campuran antara pria dan wanita. Mereka semua kebanyakan berumur antara 17 sampai dengan 30 tahun.

Sebagaimana dengan Slawatan Maulud, Barzanji ini juga menggunakan Kitab Barzanji sebagai pedomannya, akan tetapi lagunya berbeda. Kostum yang dikenakan para pemain adalah pakaian dalam kehidupan sehari-hari. Barzanji umumnya diadakan di waktu malam hari selama kurang lebih 3 jam dan dimulai dari jam 21.00 sampai jam 24.00. Pementasan yang digunakan adalah berbentuk arena, dan menggunakan tempat peribadatan seperti mesjid atau langgar (surau).

Alat penerangan dalam kesenian ini berupa lampu petromak atau lampu keceran atau gembung.
Pada saat ini alat penerangan yang di pakai adalah lampu petromak, tetapi di masa lampu banyak digunakan lampu keceran dan juga lampu gantung.
Suka artikel berjudul Kesenian Barzanji, Yuk bagikan ke: