Kesenian Drama Tari Srandul

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kesenian srandul termasuk kesenian tradisional jenis drama tari. Jika dilihat dari cerita yang biasa dipentaskan memiliki perbedaan antara daerah yang satu dengan yang lainnya. Pada daerah tertentu cerita yang dimainkan oleh kesenian srandul ini adalah sebuah cerita rakyat yang tidak terbatas pada kisah tokoh-tokoh tertentu saja, akan tetapi pada daerah lainnya kesenian srandul ini hanya mementaskan sebuah cerita rakyat dengan tokoh Dadung Awuk saja, sehingga kesenian ini hampir sama dengan kesenian Dadung Awuk. Meskipun demikian alat musik yang digunakan dan teknis penyajiannya adalah seragam.

Untuk mementaskan pertunjukan Srandul ini harus dibutuhkan pendukung sebanyak 15 orang, diantaranya 6 orang untuk menjadi pemusik dan 9 orang untuk menjadi pemain.Pemain kesenian srandul ada yang terdiri dari pria dan juga wanita, namun ada juga yang hanya terdiri dari pria saja, dengan peran wanita akan dimainkan oleh pria.

Kostum yang dipakai di dalam pertunjukan Srandul ini adalah pakaian yang umumnya dikenakan oleh orang pedesaan sehari-hari, ditambah lagi dengan sedikit make up yang bersifat realis. Dialog digunakan dalam pementasan merupakan dialog dalam kehidupan sehari-hari, sedangkan untuk aktivitasnya diwujudkan dengan tarian.

Alat-alat musik yang gunakan seperti angklung, terbang dan juga kendang. Pertunjukan Srandul ini umumnya dipentaskan pada malam hari dan dengan lama pertunjukan yang tidak menentu, tergantung dari permintaan. Untuk pra-tontonan hanya diberikan tetabuhan. Tempat pementasan srandul berbentuk arena dengan alat penerangan yang hingga sampai saat ini tetap dipertahankan, yaitu obor.

No comments: