Kesenian Trengganon atau Kuntulan



Trengganon atau kuntulan termasuk dari kesenian tarian rakyat yang sudah tua, yang sampai saat ini masih hidup walaupun sudah jarang sekali ditemui. Waktu dari kemunculan dari kesenian ini tidak banyak yang mengetahui. Para informan mengatakan bahwa jenis kesenian Trengganon atau kuntulan telah lama ada dan mereka hanya mewarisinya dari orang tua atau pun kakek mereka saja.

Kesenian ini telah hampir punah, dikarenakan para pemuda saat ini tampaknya sudah tidak lagi tertarik dengan kesenian ini, padahal para generasi tua sudah terlalu tua untuk bermain kesenian ini. Jadi hanya sedikit orang yang bersedia untuk meneruskan jenis kesenian ini.

Tarian Trengganon termasuk dari jenis tari-tarian berpasang-pasangan, sedangkan fungsi kesenian ini adalah untuk tontonan atau hiburan. Pemain Trengganon ini ada sekitar 40 orang, 10 orang sebagai pemain musik dan juga vokalis, sedangkan 30 orang menjadi penari.

Kostum para pemain terdiri dari peci yang diberi hiasan (kertep), baju atau kaos dengan lengan pendek, celana pendek dan juga kaos kaki panjang. Pemain yang berada di paling depan dan belakang akan memakai kacamata. Tarian ini mengambil dari gerakan jurus-jurus dan pencak silat yang dilakukan secara spontan menurut irama musik. Saat menari, posisi kaki para pemain terkadang terbuka, terkadang tertutup, sedangkan posisi lengan rata-rata sedang.

Vokal yang disampaikan yaitu berbentuk nyanyian berbahasa Arab. Adapun alat musik yang dipakai dalam kesenian ini adalah 3 buah terbang dan juga 1 jedor, ditambah lagi dengan seruling dan harmonika. Pemegang instrumen musik biasanya merangkap vokalis. Selain itu juga, masih ada vokalis khusus. Letak dari pemain alat musik bebas, tidak terikat kepada pemain, apakah harus berada di depan, di belakang ataupun di samping. Para pemain ini tidak memakai riasan muka.

Pertunjukan kesenian ini umumnya diselenggarakan di halaman rumah para penduduk ataupun halaman masjid di malam hari dan memerlukan waktu antara 4 jam sampai 5 jam, yaitu mulai dari jam 20.00 sampai jam 01.00. Pada zaman dahulu alat penerangan yang digunakan adalah lampu lampu gembreng atau gantung, sedangkan saat ini alat penerangan yang digunakan adalah petromak.

Suka artikel berjudul Kesenian Trengganon atau Kuntulan, Yuk bagikan ke: