Mengenal 6 Topeng Dari Indonesia Serta Karakteristiknya

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement


Topeng adalah lambang dari ekspresi dalam nilai-nilai magis. Dibalik segala rupa dan karakter dari topeng, topeng juga memiliki fungsi khusus dalam setiap upacara adat. Dimana setiap topeng akan memiliki nilai-nilai luhur dan juga pesan moral yang terkandung di dalamnya.

Namun saat ini, topeng tradisional di indonesia sudah dianggap sebagai sebuah karya seni semata. Maka nilai-nilai eksotis dari topeng itulah yang menjadikan topeng tradisional di Indonesia sampai saat ini diminati. Bahkan pengamat seni mengatakan jika topeng tradisional indonesia adalah sebuah karya seni multi dimensi, yaitu karya seni eksotis, spiritualis dan juga magis.

Jika dilihat dari macam-macamnya dan karakteristiknya, topeng tradisional Indonesia terdapat 6 macam. Setiap macamnya ini memiliki ciri khas dan karakteristik tersendiri. Seperti apa macam-macam topeng tradisional Indonesia tersebut? Berikut adalah penjelasannya.

Daftar Isi

1. Topeng Panji

Topeng Panji memiliki filosofi yang sangat tinggi, khususnya tentang ketuhanan. Dimana panji ini berasal dari dua kata, yaitu PAN dan JI, lebih lengkapnya adalah mapan marang kang siji. Maknanya adalah Tuhan itu Satu, ketuhanan yang Maha Esa.

Sehingga topeng ini memiliki karakter dan ekspresi raut muka yang tulus, welas asih dan juga penyayang. Warna topengnya ini berwarna putih, bahkan seluruh kostum para pemainnya juga putih. Artinya Tuhan adalah sumber dan muara dari kesucian batin dan juga pikiran manusia. Ketika kita telah mencapai derajat kesucian tersebut, maka kita dapat masuk surga.

2. Topeng Kelana

Topeng kelana ini tak kalah filosofisnya dibanding dengan topeng panji. Topeng kelana atau yang disebut kembara yang berasal dari kata "mengelana" atau "berkelana". Maksudnya adalah dalam hidup, kita senantiasa harus siap berkelana dan juga mengembara untuk menemukan jati diri. Mencoba sesuatu hal yang baru dan berpindah dari keburukan ke arah yang lebih baik.

Selain itu juga mengarungi hidup ibarat berkelana, ada ujung dan ada juga pangkal, ada hidup ada juga mati. Maka sebaik-baiknya pengelana adalah yang telah mempersiapkan bekal yang cukup saat berkelana. Sehingga dapat bertahan sampai di tujuannya dengan baik. Begitu juga dengan kita yang hanya hidup sementara di dunia, kelak nanti kita akan mati dan menanti pintu manakah yang akan kita buka, surga ataupun neraka.
Advertisement

3. Topeng Rumyang

Seperti pada dua topeng di atas, topeng rumyang ini juga memberikan kesan filosofis yang dalam. Rumyang berasal dari sebuah kata yaitu aRUM (harum) dan juga hYang (Tuhan). Maksudnya ialah kita harus senantiasa mengharumkan nama Tuhan didalam kehidupan kita. Mengharumkan dengan cara apa?

Selalu mengingat Tuhan dalam keseharian kita, mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi. Selain itu juga cara mengharumkan nama Tuhan didalam diri kita adalah dengan cara menjauhi larangan-larangannya dan melakukan apa yang diperintahkannya. Dengan kata lain, kita harus beribadah dengan hikmat seraya meninggikan nama Tuhan didalam diri kita.

4. Topeng Tumenggung

Topeng tumenggung ini memiliki arti khusus. Tumenggung adalah seorang pemimpin yang tugasnya adalah mengayomi, membimbing dan menaungi rakyatnya dengan rasa penuh kasih sayang. Istilahnya adalah asah, asih dan juga asuh pada yang sedang dipimpinnya. Sehingga siapa pun yang ada di bawahnya merasa sejahtera, aman, tenteram dan juga bahagia.

Jika pemimpin telah melakukan apa yang difilosofikan dalam topeng tumenggung ini, maka kehidupan ini akan indah. Karena si penguasa tahu dan sadar bahwa kekuasaan tertinggi adalah mutlak milik Tuhan. Apabila Tuhan saja asah, asih dan juga asuh, maka kita sebagai hambanya yang telah dititipi kekuasaan harus juga seperti itu.
Advertisement

5. Topeng Samba


Kata Samba berasal dari kata "sambang atau saban", yang artinya setiap. Makna filosofis topeng ini adalah sebagai manusia kita harus menjadi suatu pribadi yang mawasdiri setiap saat. Dimana akan banyak godaan dan juga bisikan ke arah keburukan yang akan menjerumuskan.

Maka sebagai orang beriman, kita harus menjauhi dan menolak godaan tersebut. Selalu dekatkan diri kita kepada Tuhan dan perbanyaklah ibadah. Karena jika kita dekat dengan Tuhan, maka kita akan senantiasa dilindungi dari godaan-godaan buruk. Selain itu juga senantiasa mawas diri akan membuat kita selamat dari hal buruk di dunia dan di akhirat.


6. Topeng Ruwana

Topeng ruwana ini adalah topeng yang melambangkan sebuah jati diri manusia yang telah dikuasai hawa nafsu dan angkara murka. Karakter topeng ini dilambangkan dengan karakter rawana atau rahwana, yaitu karakter yang merupakan manifestasi atau sebuah perwujudan dari topeng kelana yang salah arah dan juga tersesat dalam mencapai tujuan.

Secara tidak langsung topeng ruwana ini memberikan filosofi berupa teguran. Bahwa banyak diantara kita yang dikehidupannya senantiasa terperosok akan jurang nafsu dan angkara murka. Kemudian diakhirnya kita akan meninggalkan alam ini dengan keadaan nista. Tidak ada tempat yang abadi bagi kenistaan kecuali tempat neraka yang abadi yang panasnya tiada tara.