Mengenal Alat Musik Tradisional Bonang

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Alat musik bonag dalam satu set memiliki sepuluh hingga empat belas gong-gong kecil dengan posisi horizontal yang disusun dalam dua deretan. Gong-gong kecil ini diletakkan di atas tali telah direntangkan pada bingkai kayu.

Pemain alat musik ini duduk di tengah-tengah di sisi deretan gong beroktaf rendah, dan memegang tabuh yang berbentuk bulat panjang. Alat musik ini memiliki tiga macam yang dibedakan menurut ukuran, wilayah oktaf, dan fungsinya dalam ansambel.

Berikut ini adalah 3 macam-macam bonang :
Daftar Isi

1. Bonang Barung

Bonang Barung
Bonang Barung

Bonang ini berukuran sedang, dan beroktaf tengah sampai tinggi. Bonang barung adalah salah satu dari instrumen-instrumen pemuka di dalam ansambel, khususnya di dalam teknik tabuhan pipilan, pola-pola nada yang selalu untuk mengantisipasi nada-nada yang akan datang dan dapat menuntun lagu instrumen-instrumen lainnya.

Pada jenis gendhing bonang, bonang barung ini memainkan pembuka gendhing, yaitu untuk menentukan gendhing yang akan dimainkan dan untuk menuntun alur lagu gendhing. Pada teknik tabuhan imbal-imbalan, bonang barung tidak akan berfungsi sebagai lagu penuntun, bonang ini akan membentuk pola-pola lagu jalin-menjalin bersama bonang panerus, dan pada aksen aksen penting bonang diperbolehkan membuat sekaran atau lagu-lagu hiasan, umumnya aksen-aksen lagu-lagu hiasan ini akan dimainkan pada akhiran kalimat lagu.

2. Bonang Panembung

Bonang Panembung
Bonang Panembung

Bonang Panembung ini merupakan instrumen Bonang yang memiliki nada terendah. Pada umumnya nada ini dapat ditemui pada gamelan di Yogyakarta dan Panembung ini hampir sama dengan instrumen slenthem atau juga jenis demung gabungan. Alat musik bonang panembung ini memiliki satu baris dari enam slendro atau tujuh ceret yang akan terdengar hampir yang sama dengan slenthem pada gamelan gaya Solo.
Advertisement

3. Bonang Penerus

Bonang Penerus
Bonang Penerus
Bonang ini merupakan bonang yang paling kecil, dan beroktaf tinggi. Pada saat menggunakan teknik tabuhan pipilan, bonang panerus ini akan berkecepatan dua kali lipat dari bonang barung. Walau untuk mengantisipasi nada-nada balungan, bonang panerus ini tidak berfungsi sebagai lagu tuntunan, dikarenakan kecepatan dan ketinggian wilayah nadanya. Dalam menggunakan teknik tabuhan imbal-imbalan saat bekerja sama dengan bonang barung, bonang panerus ini akan memainkan pola-pola lagu jalin menjalin.