Mengenal Wayang Golek



Wayang golek ini terbuat dari kayu, sama halnya dengan wayang klithik, akan tetapi wayang golek ini memiliki tiga dimensi (seperti boneka).Wayang golek lebih nyata dibandingkan dengan wayang kulit dan juga wayang klithik, selain bentuknya menyerupai bentuk badan manusia, wayang ini juga dilengkapi dengan kostum yang terbuat dari kain.

Pertunjukan wayang golek ini selain untuk tontonan biasa, juga sering dipentaskan sebagai upacara bersih desa. Lakon yang diperagakan dalam wayang ini berasal dari babad Menak, yaitu sejarah tanah Arab saat menjelang kelahiran Nabi Muhammad S.A.W. Menurut keterangan, cerita ini dikarang oleh Pujangga Ronggowarsito.

Berbeda dengan wayang kulit, warna riasan muka wayang golek ini cukup jelas dalam penggolongan simbolisnya, yaitu sebagai berikut:
  1. warna merah, yaitu untuk watak kemurkaan,
  2. warna putih, yaitu untuk watak baik dan jujur,
  3. wama merah jambu, yaitu untuk watak setengah-setengah,
  4. warna hijau, yaitu untuk watak tulus,
  5. warna hitam, yaitu untuk watak kelanggengan.

Kostum yang dipakai wayang juga menunjukkan status dan peranannya. Contohnya saja, kostum topong yaitu untuk peran raja, kostum jangkangan yaitu untuk peran satria, kostum jubah yaitu untuk peran pendeta, kostum rompi yaitu untuk peran cantrik, dan kostum serban yaitu untuk peran adipati.

Pendidikan untuk kesenian dalang wayang golek ini juga mirip dengan wayang klithik, yaitu berasal dari pengalaman atau ajaran dari orang tua yang juga dalang.

Suka artikel berjudul Mengenal Wayang Golek, Yuk bagikan ke: