Menyusuri Suku Minang Kabau



Nama suku Minangkabau ini berasal dari dua kata atau kalimat yaitu minang yang berarti menang dan kabau yang berarti  kerbau. Asal mula nama itu berasal dari salah satu sebuah legenda dan Katanya pada abad ke 13, kerajaan yang bernama Singasari melakukan ekspedisi ke daerah Minangkabau. Maka dari itu untuk melerai peperangan tersebut, masyarakat minangkabau setempat mengusulkan untuk mengadakan pertarungan kerbau Minang dengan kerbau Jawa.

Kerajaan Majapahit sangat setuju akan usul yang di tawarkan tersebut dan menyiapkan  1 ekor kerbau yang besar dan juga  agresif dan  masyarakat Minang menyediakan 1 ekor anak kerbau yang sedang kelaparan dengan disiapkan pisau pada kedua tanduknya yang besar dan dalam pertarungan  ini, anak kerbau tersebut mencari kerbau dari Jawa dan langsung mencabik-cabik perutnya dan membantainya, oleh karena itu kerbau dari minangkabau menyangka kerbau tersebut adalah ibunya yang lagi sedang menyusui.

Kepintaran yang terbenak pada masyarakat Minang saat itu tersebutlah atau terciptalah ide yang menjadikan inspirasi  yang memunculkan nama Minangkabau. Tapi dari beberapa sumber yang di dapat  menyebutkan  nama Minangkabau sudah tercipta terlebih dahulu sebelum terjadinya peristiwa peperangan kerbau itu terjadi, dimana istilah tersebut yang lebih sangat tepat sebelumnya ialah "Minangkabwa" atau "Minangakamwa" kemudian menjadi "Minangatamwan" dan "Phinangkabhu". Istilah Minangakamwa atau Minangkamba tersebut yang berarti Minang atau bisa di sebut sungai Kembar yang menuju pada dua sungai yang bernama Kampar yaitu sungai Kampar Kiri dan Sungai Kampar Kanan.

Sedangkan pada istilah pada Minangatamwan yang berati menuju kepada Sungai yang bernama Kampar memang suadah disebutkan dalam sebuah prasasti Kedukan pada Bukit dimana disitulah disebutkanya bahwa ada seseorang Pendiri Kerajaan Sriwijaya yang bernama Dapunta Hyang yang melakukan tindakan yaitu migrasi massal dari tempat hulu Sungai Kampar atau Minangatamwan yang sudah terletak pada sekitar daerah Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.

Asal Usul Suku Minang


Wanita MinangKabau
Nama Suku Minang merupakan salah satu  bagian dari masyarakat yang bernama Deutro Melayu atau Melayu Muda yang saat itu melakukan migrasi dari sebuah tempat di daratan China Selatan yang di tuju adalah ke pulau Sumatera sekitaran 2.500 sampai 2.000 tahun yang lalu dan bisa diprediksi kelompok masyarakat tersebut ini masuk dari arah timur pulau Sumatera yang menyusuri aliran sungai Kampar atau yang bernama Minangkamwa atau Minangatamwan hingga saat itu tiba pada dataran tinggi Luhak nan Tigo atau darek.

Selanjutnya  dari Luhak nan Tigo tersebut suku Minang mulai menyebar munuju daerah pesisir atau dalam bahasa minang pasisie yang terletak pada pantai barat pulau Sumatera, yang terbentang luas dari daerah Barus di utara hinggake daerah Kerinci di selatan. Selain itu berasal juga dari daerah Luhak nan Tigo dan masyarakat pesisir juga banyak yang berasal dari daerah India Selatan dan juga daerah Persia. Dimana salah satu migrasi masyarakat inilah yang akan terjadi ketika pada daerah pantai barat Sumatera yang sudah menjadi pelabuhan alternatif yang di gunakan untuk perdagangan selain Malaka,tapi ketika itu kerajaan tersebut akhirnya jatuh pada Portugis.

Sifat Sosial yang ada pada masyarakat Daerah Minangkabau itu sendiri sudah terdiri dari banyak nagari. Nagari tersebut yang merupakan besar yaitu daerah otonom dengan sistem kekuasaan tertinggi pada  Minangkabau. Tidak pernah ada kekuasaan selain kekuasaan sosial dan kekuasaan politik lainnya yang dapat tidak ikut campur  adat di sebuah nagari. Nagari yang berbeda tersebut itulah yang mungkin sesekali mempunyai sifat adat yang sangat berbeda-beda dengan yang yang lain nya.

Pada Tiap nagari harus dipimpin oleh sebuah seoarang dewan yang terdiri oleh ketua suku dari semua suku yang ada pada  nagari tersebut itu. Dewan ini lah yang disebut dengan Kerapatan Adat Nagari atau bisa di singkat KAN kemudian Dari hasil musyawarah dan mufakat tersebut dan dalam dewan inilah terciptalah sebuah keputusan yang baik dan peraturan yang bersifat mengikat untuk nagari tersebut itu dihasilkan.

Suka artikel berjudul Menyusuri Suku Minang Kabau, Yuk bagikan ke: