Besale, Upacara atau Ritual Penyembuhan Bagi Anak Dalam

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Upacara Besale merupakan sebuah ritual masyarakat anak dalam yang tujuannya untuk menyembuhkan seseorang yang sakit akibat dari roh-roh jahat. Dalam adat istiadat dari masyarakat Suku Anak Dalam atau Anak Rimba, ada banyak kegiatan upacara atau ritual yang memiliki tujuannya untuk menghormati arwah dari nenek moyang, untuk mengharapkan keberkahan dan juga untuk menjauhkan malapetaka. Salah satu upacara atau ritual adat masyarakat Anak Dalam adalah upacara Besale.

Arti kata Besale bagi masyarakat Anak Dalam adalah membersihkan jiwa seseorang yang sedang terkena sakit akibat roh-roh jahat yang bersemayam didalam diri seseorang tersebut. Menurut hasil penelitian dari Pusat Penelitian Sejarah Dan Budaya Departemen Pendidikan Kebudayaan Indonesia, masyarakat Anak Dalam menganggap jika terdapat anggota keluarga atau kerabat yang sedang sakit maka itu merupakan pertanda bahwa dewa telah menurunkan sebuah malapetaka.

Agar dewa menjauhkan malapetaka tersebut, maka masyarakat Anak Dalam melakukan upacara atau ritual Besale sebagai wujud memohon ampun. Hal lain yang terpenting adalah upacara Besale merupakan upaya dari masyarakat Anak Dalam untuk menjaga hubungan dan juga keseimbangan diantara yang hidup dengan alam gaib. Keseimbangan didalam masyarakat Anak Dalam ini adalah tidak ada malapetaka yang datang kepada mereka seperti penyakit-penyakit yang sulit diobati.

Proses upacara atau ritual adat Besale yang dilakukan oleh masyarakat Anak dalam adalah dukun Besale yang menyanyikan mantera-mantera sambil menari-menari kepada orang yang sakit. Sesaji-sesaji yang telah ada dalam upacara ini dipersembahkan kepada sang dewa-dewa agar mereka memberikan kebaikan dan juga menjauhkan masyarakat Anak Dalam dari malapetaka. Menurut ketua adat dari senami dusun 3, upacara Besala ini berasal dari daerah mentawak daerah Soralangun.

Prosesi upacara Besale ini akan dipimpin oleh seorang pawang atau dukun yang secara turun temurum mewarisi ilmu sambil bernyanyi dan juga menari untuk orang yang sakit. Pada saat dukun melakukan tarian dan nyanyian, maka dukun berada dalam kondisi setengah sadar dikarenakan arwah-arwah dari nenek moyang telah masuk ke dalam tubuh dukun tersebut. Pakaian dukun didalam upacara Besale adalah dengan memakai pakaian yang berwarna putih, celana panjang berwarna putih, dan penutup kepala disertai dengan tudung berwarna putih.

Untuk perlengkapan dari prosesi upacara Besale yaitu lonceng yang terbuat dari kuningan dan memiliki suara nyaring, 2 (dua) buah mangkuk kecil untuk air jampi-jampim kain putih yang ujungnya bernama pera akan dicelupkan kepada air jampi-jampi serta diteteskan kemata orang yang sedang sakit. Semua perlengkapan ini disimpan diatas anyaman rotan. Peralatan lainnya yang digunakan dalam acara upacara Besale adalah sebuah rumah-rumahan kecil yang dibuat dari kayu dan juga anyaman serta burung-burung yang terbuat dari daun kelapa dan kemudian disimpan disetiap rumah-rumahan. Burung-burung ini biasanya berjumlah 19 (sembilan belas)ekor.

Dalam prosesi upacara Besale harus terdapat sesaji yang dipersiapkan untuk para dewa-dewa, yaitu diantaranya adalah caco, Juwadah, bubur merah, ayam panggang, telor, gelamai, tepung gandum, serta yang lainnya. Beberapa  makanan yang terdapat dalam upacara ini adalah makanan yang memiliki nama khas. Jumlah makanan dalam upacara ini ada 18 (delapan belas) jenis makanan.

Keseluruhan perlengkapan dalam upacara Besale harus ada semua, hal tersebut merupakan syarat utama agar upacara ini dapat berlangsung dan doa meminta disembuhkan dapat berhasil. Jika syarat perlengkapan upacara Besale ini tidak lengkap, maka akan membuat upacara ini tidak dapat berjalan dengan baik.

Pembuka upacara Besale ini dimulai dengan seorang dukun yang akan melantunkan nyanyian-nyayian seperti berikut.

Syair :

Betinjak dibungin baru sebiji,

Dijanjam baru setitik,

Angin baru berembus,

Beteduh di langit selembar payung

Upacara Besale ini biasanya akan memakan harga 1.5 juta sampai 2.5 juta. Biaya yang cukup mahal dalam menyelenggarakan kegiatan ini membuat banyak masyarakat suku anak Dalam lebih memilih untuk puskesmas sebagai tempat berobat bagi keluarganya yang sedang sakit. Faktor lainnya juga adalah orang yang sakit setelah melakukan upacara Besale ini banyak yang tidak sembuh.