Jembatan Ampera di Palembang



Jembatan Ampera adalah salah satu  ikon wisata terkenal dari Palembang, Provinsi Sumatera Selatan. Jembatan yang mempunyai nama Ampera ini yang membelah Sungai Musi dan telah menjadi jantung bagi kegiatan masyarakat di Palembang sehari-hari. Saat malam tiba, hiasan lampu yang menerangi jembatan ampera sungguh sangat cantik. Jembatan Ampera ini adalah sebuah jembatan tepatnya di Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan. Jembatan Ampera, yang telah menjadi lambang kota,yang terletak pada tengah-tengah kota Palembang, yang menghubungkan daerah antara Seberang Ulu dan Seberang Ilir yang dipisahkan oleh Sungai Musi. Sebelum adanya Jembatan Ampera ini, masyarakat palembang yang ingin pergi ke hulu atau sebaliknya, cukup dibuat susah karena diharuskan menyeberang Sungai Musi.

Dengan dibangunnya Jembatan Ampera ini, memudahkan kegiatan sehari-hari masyarakat palembang dan  sekitarnya. Panjang Jembatan Ampera ini hingga ribuan meter, arsitektur yang membuatnya cantik, dan pemandangan jembatan ampera yang beralaskan Sungai Musi ini, merupakan daya tarik wisatawan untuk berfoto-foto. Saat perut lapar, di sekitaran Sungai Musi yang terletak di bawah Jembatan Ampera ini dapat menjadi salah satu tujuan wisata kuliner. Ada berbagai macam menu khas Palembang, misalkan pempek dan masih ada banyak lagi. Keindahan pada Jembatan Ampera ini akan terasa sangat sempurna pada malam hari. Puluhan lampu yang hidup menambah  cantik dan akan menghiasi jembatan ini pada malam hari, dijamin akan membuat mata yang memandang terpana. Pemandangan istimewa ini  wajib diabadikan oleh kamera. Dan tidak sedikit wisatawan yang menghabiskan waktu malamnya dengan berfoto ria atau menikmati cahaya lampu yang sangat indah.
Jembatan Ampera Pada Malam Hari

Jembatan Ampera ini berwarna merah dan melintasi sungai Musi yang luas. Pemerintah kota Palembang ini telah menata dengan rapi dan menjadikan tempat yang sangat bagus untuk berpariwisata beramai ramai mengunjungi areal jembatan ampera ini. Disini juga tersedia sebuah resto untuk sekedar makan dan minum setelah puas menikmati indahnya jembatan ampera. Pada awalnya jembatan ini pada bagian tengahnya dan bagian belakang kemudian bagian depan badan jembatan ampera ini bisa diangkat ke atas agar setiap tiang kapal yang lewat dibawah jembatan tidak tersangkut badan jembatan ampera. Pada Bagian tengah jembatan ini dapat diangkat oleh peralatan mekanis, yaitu dua bandul pemberat masing-masing mempunyai berat sekitar 500 ton di dua menara jembatan. Kecepatan untuk pengangkatannya sekitaran 10 meter per menit dengan jumlah waktu yang diperlukan ialah selama 30 menit.

Pada saat bagian tengah jembatan ampera diangkat dan kapal mempunyai ukuran lebar sekitar 60 meter dan mempunyai tinggi maksimum sekitaran 44,50 meter, yang bisa lewat mengarungi Sungai Musi. Bila bagian tengah jembatan ampera ini tidak dapat diangkat, tinggi kapal  yang bisa melintasi di bawah Jembatan Ampera hanyalah 9 meter dari permukaan air sungai musi. Sejak dari tahun 1970, aktivitas turun dan naik bagian tengah jembatan ampera ini sudah tidak dapat dilakukan lagi. Alasannya ialah waktu yang diperlukan untuk mengangkat jembatan ampera ini dianggap mengganggu. Pada tahun 1990, kedua buah bandul pemberat pada menara jembatan ampera ini diturunkan dengan tujuan untuk menghindari akan jatuhnya kedua beban.

Suka artikel berjudul Jembatan Ampera di Palembang, Yuk bagikan ke: