Tari Bumbung, Tarian Erotis Dari Pulau Bali


Tari Bumbung, Tarian Erotis Dari Pulau Bali

Di Pulau Bali siapa yang tidak mengenal joged bumbung? Joged bumbung merupakan joged  fenomenal dan sangat dikenal oleh masyarakat Bali. Joged ini berasal dari Desa Kalopaksa, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng. Joded bumbung ini cukup fenomenal dikarenakan mengalami sebuah pergeseran makna dari tarian yang terkandung di dalamnya. Dari sebuah tarian yang sederhana kemudian menjadi tarian yang erotis dan bahkan sempat mendapat julukan joged porno.

Sejarah awal mula terciptanya joged bumbung ini berawal pementasan tarian oleh sekelompok para petani yang ada di Desa Lokapaksa. Diiringi seperangkat alat musik gamelan yang terbuat dari bambu atau yang disebut dengan ting klik, mereka mengisi waktu luang ditengah-tengah keletihan dalam mengolah lahan sawah dengan cara menampilkan tarian yang sederhana. Meskipun digarap dengan sederhana, nyatanya tarian bumbung ini mampu menghibur para petani dikala itu.

Beranjak dari Desa Lokapaksa, kesenian ini kemudian berkembang ke beberapa desa lainnya yang ada di Kabupaten Buleleng dan juga di kabupaten-kabupaten lainnya di provinsi Bali sampai membentuk sekaa-sekaa atau kelompok joged. Pesatnya perkembangan sekaa atau kelompok joged bumbung yang ada di Buleleng, mengakibatkan munculnya persaingan antar sekaa atau kelompok yang sangat kompetitif. Hal inilah yang memaksa mereka untuk berinovasi dalam menciptakan kreasi baru dari joged bumbung, agar sekaa atau kelompok mereka dapat tetap eksis dan juga diminati oleh masyarakat.

Kebebasan dalam menciptakan inovaasi baru pada joged bumbung ini mengakibatkan dalam perkembangannya menjadi tidak terkontrol dan bahkan keluar dari pakemnya. Joged bumbung yang pada dahulu mempunyai makna sebagai tarian pergaulan dan merakyat, namun saat ini sudah dirusak oleh para oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dan bahkan secara kasat mata joget bumbung ini terlihat sangat buruk. Saat ini joget bumbung tidak lagi dipandang sebagai tarian yang sederhana, namun telah berubah menjadi joged porno yang erotis.

Kemunculan dari joged bumbung versi kreasi baru ini menimbulkan keprihatinan dari pemerintah provinsi dan juga daerah. Secara bersama-sama keduanya melakukan pembinaan yang menyasar sekaa atau kelompok joged bumbung yang ada di seluruh Bali, termasuk di Kabupaten Buleleng. Pembinaan ini berguna untuk menyadarkan kepada para seniman untuk tetap mempertahankan pakem asli dari kesenian joged bumbung. Sehingga tarian ini sesuai etika dan norma kesopanan yang ada di masyarakat.

Selain dalam hal pembinaan yang menyangkut pakem asli, tim pembina juga menyarankan kepada desa pakraman untuk ikut berpartisipasi menyarankan kepada masyarakatnya untuk mementaskan joged bumbung yang sesuai dengan pakem asli dan juga masih menjunjung tinggi dari nilai kesopanan yang ada di masyarakat. Bahkan tim pembina juga berencana agar di desa pakraman memasukkan larangan dalam mementaskan kesenian joged porno.

Suka artikel berjudul Tari Bumbung, Tarian Erotis Dari Pulau Bali, Yuk bagikan ke: