Saiyyang Pattuqduq, Kesenian Tradisional Dari Mandar


Saiyyang Pattuqduq, Kesenian Tradisional Dari Mandar

Saiyyang Pattuqduq merupakan sebuah kesenian tradisional yang berasal dari Mandar, Sulawesi Barat. Kata saiyyang sendiri artinya kuda, sedangkan kata pattuqdud artinya penari, sehingga bila digabungkan maka akan menjadi kuda yang menari, ahli memainkan gerakan kaki dan juga kepala. Tarian ini umumnya dimainkan pada sebuah acara selametan anak yang telah khatam Al Qur’an, anak tersebut kemudian akan menunggang kuda serta diarak keliling kampung. Biasanya kegiatan ini dilaksanakan pada saat peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW, penjemputan tamu kehormatan, dan juga sarana hiburan.

Tradisi ini pun mencerminkan masyarakat Mandar, terutama pada kaum wanita yang harus tenang dalam menghadapi kehidupan. Ketika akan menunggang kuda menari, para wanita harus tetap bersikap tenang walaupun terkadang tariannya mengamuk. Tarian kuda ini merujuk pada pawang yang sudah memberi kode tangan pada tali kekang yang terdapat di mulut kuda. Ketika sang pawang tersebut menarik tali tersebut, kemudian melakukan pukulan-pukulan kecil dibadan kuda, maka kuda pun telah terlatih sehingga mengingat gerakan pada saat latihan.

Ketika sang pawang bertindak demikian, maka si kuda pun harus menggerakkan kaki, naik dan juga turun. Kepala harus digoyangkan sesuai irama dengan gerakan kaki. Beberapa kuda juga memiliki beragam gerakan, seperti gerakan kaki yang menyilang sehingga kelihatan indah. Kuda juga bisa menukik atau melompat tinggi.

Kuda tersebut tidak pernah dilatih dengan menggunakan irama rebana dan tidak bisa menari jika tidak diajarkan gerakan jemari oleh sang pawang. Terdapat dua gerakan utama di dalam tarian kuda di Mandar yaitu pada bagian kepala yang mendongak dan juga dua kaki depan dihentakkan secara bergantian.

Suka artikel berjudul Saiyyang Pattuqduq, Kesenian Tradisional Dari Mandar, Yuk bagikan ke: