Sejarah Tenun Jambi



Berbicara mengenai tenun yang ada di Jambi sebenarnya sangat menarik, dikarenakan kekayaan dan keberagaman disetiap kota dan kabupatennya. Kain tenun Jambi ini lebih dikenal dengan sebuah istilah kain songket. Persebaran kain songket ini ke setiap daerah di wilayah Jambi memunculkan motif dan juga corak khas tersendiri. Kemudian hal ini menjadi cerminan asal daerah budaya pendukungnya.

Jika dilihat dari sejarahnya, persebaran tenun pertama kali di Jambi adalah di daerah kota Jambi. Daerah itu dahulunya sangat dikenal dengan nama Dhamasraya yang terletak di bagian hulu sungai Batang Hari.  Kemudian berkembang dan juga menyebar ke berbagai daerah, termasuk ke Sumatera Barat. Tenun ini mengalami pergeseran dalam hal motif dan juga ragam hiasnya setelah beradaptasi dengan lingkungan alam dan juga sosial budaya masyarakat di daerah persebarannya.

Kegiatan menenun dimasa lalu merupakan suatu kegiatan yang umum dilakukan oleh anak gadis di daerah Jambi. Anak-anak gadis ini tidak diperbolehkan atau dibiarkan bermain diluar rumah. Oleh karena itulah, mereka diajari dan diberi tugas untuuk merajut (menenun) agar selalu berada di dalam rumah.

Alat yang digunakan dalam menenun di daerah Jambi dikenal juga dengan nama alat tenun jenis gedogan. Alat tersebut sama dengan alat tenun pada umumnya yang digunakan oleh para penenun di daerah pesisir Sumatera. Alat tersebut terbuat terbuat dari kayu dan bisa diperoleh dengan cara memesan kepada pengrajinnya ataupun membeli peralatan yang telah jadi.

Pembuatan tenun ini sempat terhenti dimasa penjajahan Jepang. Pada era selanjutnya tenun di Jambi ini kembali bangkit, akan tetapi kesulitan dalam memperoleh bahan baku dan proses pemasarannya. Disamping itu juga, kehadiran tenun produksi daerah lain seperti dari Provinsi Palembang dengan harganya yang sangat bersaing, membuat para pelaku tenun di Jambi seakan mati suri.

Sampai saat ini, di Jambi masih dapat ditemui daerah-daerah penghasil kain songket Jambi. Seperti di Muaro Jambi, Kecamatan Tabir, Kabupaten Merangin, dan juga di Kelurahan Tanjung Gedang, Kabupaten Muaro Bungo. Sedangkan untuk Kota Jambi sendiri, ditemukan 2 (dua) sentra pembuatan songket Jambi, yaitu di Kecamatan Jelutung dan juga di Kelurahan Suka Karya Jambi.
Suka artikel berjudul Sejarah Tenun Jambi, Yuk bagikan ke: