Tari Belibis, Tarian Tradisional Dari Bali


Tari Belibis, Tarian Tradisional Dari Bali

Kemunculan dari Tari Belibis ini Berbeda dengan tarian lainnya yang ada di daerah Bali seperti tari cendrawasih, tari kecak, tari topeng, tari manukrawa. Dalam tarian belibis terdapat dua orang yang terlibat, dan dua orang ini berbeda komposisi. Pada komposisi pertama yaitu koreografer, yang diciptakan oleh Swasthi Wijaya Bandem, sedangkan untuk komposisi kedua yaitu komposer, yang diciptakan oleh I Nyoman Windha. Tari belibis dibawakan oleh para penari sebanyak 7 orang. Penari belibis ini mayoritas ditarikan oleh para wanita.

Filosofi Tarian Belibis ini memiliki beberapa versi diantaranya:
  1. Menggambarkan kehidupan sekelompok burung belibis yang sedang menikmati keindahan alam. Tiba-tiba mereka dikejutkan oleh munculnya seekor burung belibis lainnya yang merupakan jelmaan dari seorang Prabu Angling Dharma setelah terkena kutukan dari istrinya yang sakti (di dalam cerita Tantri).
  2. Dalam pengembaraan, Angling Dharma bertemu dengan seorang putri raksasa pemakan manusia. Raksasa ini merasa sangat khawatir akan rahasianya diketahui oleh Angling Dharma, maka dikutuklah Angling Dharma ini menjadi seekor burung Belibis yang hidupnya di air.
  3. Mengisahkan Prabu Angling Dharma yang dikutuk oleh istrinya yang menjadi seekor burung belibis. Dalam pengembaraannya, dia bertemu dengan sekawanan burung belibis, namun dia tidak diterima dalam kelompok itu dikarenakan dapat berbicara seperti manusia.

Gerakan tarian ini menunjukkan penampilan yang menarik dan juga harmonis dengan alat musik gamelan sebagai pengiringnya. Tarian ini memiliki sayap sehingga gerakan tarian ini menyerupai burung belibis dan bahkan hampir mendekati sempurna.

Suka artikel berjudul Tari Belibis, Tarian Tradisional Dari Bali, Yuk bagikan ke: