Upacara Babarit, Tradisi Ucapan Syukur Atas Hasil Panen



Upacara Babarit merupakan upacara keselamatan untuk mendoakan agar hasil pertanian dan peternakan dapat meningkat. Upacara ini  masih dilaksanakan oleh masyarakat Betawi yang tinggal di wilayah Kelurahan Setu, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur.

Pada zaman dahulu, Upacara Babarit ini merupakan upacara yang diperuntukkan untuk menghormati roh halus dan juga nenek moyang leluhur. Namun saat ini, upacara tersebut hanya dijadikan sebagai sarana penyampaian terima kasih terhadap Tuhan atas hasil pertanian dan juga peternakan yang melimpah.

Upacara Babarit sendiri memiliki berbagai macam nama atau sebutan. Selain Upacara Babarit, upacara ini juga disebut dengan Pesta Mauludan, dikarenakan pelaksanaannya bersamaan dengan bulan Maulud. Upacara Babarit juga sering dinamakan sebagai upacara Kramat Aris, dikarenakan pelaksanaannya di Kramat Aris. Babarit atau Baritan sendiri dapat berarti sedekah bumi.

Upacara Babarit ini harus dilaksnakan pada hari Jumat dan di bulan Maulud dan setelah pelaksanaan upacara Mauludan di Cirebon. Adapun yang bertugas dalam menentukan tanggal pelaksanaan upacara tersebut adalah seorang juru kunci Kramat Aris. Jika tanggal baik yang telah ditentukan tidak jatuh pada hari Jumat, maka pelaksanaannya akan diganti dengan tanggal baik lainnya yang jatuh pada hari Jumat.

Suka artikel berjudul Upacara Babarit, Tradisi Ucapan Syukur Atas Hasil Panen, Yuk bagikan ke: