Kokeshi, Boneka Tradisional Dari Jepang



Kokeshi dikenal di Jepang sejak pada zaman Edo. Kira-kira pada tahun 1603-1867. Saat itu, kokeshi ini disebut dento kokeshi atau kokeshi tradisional. Setelah Perang Dunia II ditahun 1940-an, kokeshi mulai dibuat sebagai suvenir ataupun cenderamata.

Mulanya kokeshi ini dibuat oleh para kijiya atau para pengrajin dari daerah permandian air panas. Biasanya daerah ini berada di pegunungan. Para kijiya membuat mangkuk, baki, dan juga berbagai alat rumah tangga lainnya yang terbuat dari kayu bubut.

Membuat Kokeshi

Suatu ketika, mereka juga punya ide untuk membuat sebuah boneka. Soalnya banyak para turis yang berkunjung ke daerah permandian air panas. Biasanya para turis ini suka membawa oleh-oleh untuk anak-anak mereka. Karena itulah para kijiya membuat kokeshi. Boneka kayu sederhana dan imut-imut ini!

Kokeshi yang banyak dijumpai saat ini disebut juga shingata kokeshi atau kokeshi baru. Ada juga sosaku kokeshi atau kokeshi kreatif. Biasanya sosaku kokeshi ini harganya sangat mahal, karena merupakan sebuah karya seni para seniman.

Jenis-jenis kokeshi.

1. Kepala dan Tubuh

Boneka kokeshi ini hanya terdiri atas kepala dan tubuh. Walaupun begitu, kokeshi banyak macamnya. Kokeshi tradisional ini memiliki 11 tipe. Antara lain, Tsuchiyu, Yajiro, Naruko, Sakunami, Togatta, Yamagata, Kijiyama, Tsugaru, Zao-Takayu, Nanbu, dan Hijiori.

Nama-nama itu diberikan sesuai dengan daerah asalnya masing-masing. Misalnya Kokeshi Tsuchiyu yang berasal dari permandian air hangat Tsuchiyu. Kokeshi Togatta yang berasal dari permandian air panas Togatta, dan lain sebagainya. Dari bentuk dan coraknya, tiap kokeshi juga memiliki ciri khasnya tersendiri.

2. Ciri-Ciri

Kokeshi, boneka cantik untuk suvenir

Tsuchiyu, ciri-ciri : mempunyai leher angsa yang menghubungkan antara kepala dengan badan. Tubuhnya berbentuk seperti silinder. Ada kase dibagian dahi Tsuchiyu. Kase ini adalah gambar dua lingkaran cincin yang terdapat diantara dahi dan pelipis boneka.

Togatta, ciri-ciri : tubuhnya berbentuk seperti silinder, lurus, dan bermata lebar. Pada bagian tubuh biasanya dilukisi bunga atau garis. Bagian kepala ada yang dilukisi dengan hiasan berwarna merah dan garis melengkung dari kepala sampai pipi. Ada juga yang dilukisi potongan rambut bob. He he... gaya, kan? Kalau teman-teman sudah dapat membedakan ciri masing-masing kokeshi, pasti teman-teman dapat menebak dari daerah mana kokeshi itu berasal.

3. Tak Hanya Boneka

Kokeshi tidak hanya berbentuk boneka. Kokeshi juga dapat berbentuk gasing, mainan alat-alat dapur, ataupun mainan bergerak seperti halnya mobil-mobilan, kereta-keretaan, kuda-kudaan, dan lain sebagainya. Yang pasti semua berasal dari kayu bubut. Mainan kokeshi ini telah dibuat oleh para pengrajin dari Tohoku sejak dahulu.

Boneka kokeshi juga dapat dijadikan Hina Ningyo, yakni boneka festival perayaan anak perempuan. Berbagai aksesoris boneka berupa lentera, mas kawin, dan lain-lainnya juga dibuat dari kayu.

Nah, sekarang teman-teman sudah tahu kan tentang kami, kan? Apakah di daerahmu juga ada cenderamata seperti kokeshi ini? Mata aimasyo! Hehehe... maksudnya sampai jumpa!
Suka artikel berjudul Kokeshi, Boneka Tradisional Dari Jepang, Yuk bagikan ke: