Museum Badau Di Bangka Belitung



Museum Badau ini menyimpan berbagai macam benda-benda dari Kerajaan Badau yang dahulunya cukup disegani di Belitung. Salah satu koleksi dari museum ini adalah sepasang tombak besar yang dulunya dibuat oleh raja pertama Badau yang bernama Daloeng Muyang Gresik yang tidak lain adalah murid dari Sunan Gresik.

Tombak Berlek 13

Tombak yang diberi nama Berlek 13 ini konon mempunyai jenis kelamin laki-laki dan perempuan. Kedua tombak ini tidak bisa dipisahkan. Kedua tombak ini disimpan didalam satu lemari dan diberi wangi-wangian (parfum) yang konon sebagai makanan dari kedua tombak ini.

Pernah satu ketika tombak ini dipisahkan, dimana tombak yang berjenis kelamin laki-laki diletakan di Museum Tanjung Pandan dan pada tombak berjenis kelamin perempuan tetap di Museum Badau. Namun entah bagaimana, tombak berjenis laki-laki kembali sendiri ke Museum Badau dan berdampingan kembali oleh pasangannya.

Selain tombak, di Museum dengan bangunan seperti rumah ini juga ada aneka senjata seperti pedang, keris, yang dulunya digunakan tentara Kerajaan Badau Dalam berperang melawan Belanda.

Peninggalan barang-barang rumah tangga Kerjaan Badau

Pengunjung juga dapat melihat peninggalan barang-barang rumah tangga dimasa Kerajaan Badau seperti kendi, baki, dan periok dalong. Semua benda-benda tersebut tersusun rapih didalam lemari yang berada di ruangan dalam.

Pada bagian halaman depan museum yang terletak di Jalan Abdul Rahman No. 1 Badau ini, para pengunjung dapat melihat patung tentara Badau sedang membawa senjata tombak. Patung ini seperti menjadi simbol dari kejayaan tentara Badau yang dulu menguasai beberapa daerah di sekitar Belitung seperti Bangek, Ibul, dan Bentalan. Pada saat ini Museum Badau dijaga oleh Ki Johar Juki, yaitu cucu dari Raja Badau ke-10. Ki Johar sehari-harinya merawat dan juga membersihkan semua benda-benda peninggalan dari kerajaan di museum ini.

Suka artikel berjudul Museum Badau Di Bangka Belitung, Yuk bagikan ke: