Museum Benda Kuno Di Cirebon Jawa Barat



Di sebelah kanan pelataran Kompleks Keraton Kasepuhan, ada sebuah gedung dengan pintu jati terpampang di bagian depannya. Gedung ini menyimpan berbagai macam koleksi benda-benda kuno keraton yang sangat bersejarah. Gedung ini adalah Museum Benda Kuno Keraton Kasepuhan.

Gedung ini beralamat di Jalan Keraton Kasepuhan No 43, Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Cirebon. Museum Benda Kuno ini menjadi salah satu area wisata di Keraton Kasepuhan. Benda-benda kuno tersebut diantaranya gamelan, peti mesir, sampai peninggalan dari Sunan Gunung Jati dan juga Sunan Kalijaga bisa dilihat di museum ini.

Gamelan Degung

Masuk ke dalam museum, para pengunjung akan disambut dengan deretan Gamelan Degung dari Banten. Gamelan Degung merupakan pemberian dari Ki Gede Kawungcaang pada saat putrinya yang bernama Dewi Kawung disunting oleh Syarif Hidayatullah atau yang lebih dikenal dengan nama Sunan Gunung Jati ditahun 1426. Gamelan Degung ini terbuat dari perunggu, gamelan ini tidak pernah digunakan lagi dan hanya dijadikan sebuah koleksi yang berharga oleh pihak keraton.

Rebana peninggalan Sunan Kalijaga

Tepat di sebelahnya, ada koleksi rebana peninggalan dari Sunan Kalijaga yang dibuat ditahun 1412. Pada bagian tengah koleksi rebana ini, ada genta atau lonceng yang bernama Bergawang. Lonceng ini dahulu digunakan pada saat penobatan Sunan Gunung Jati sebagai Sultan Auliya Negara Cirebon oleh Dewan Wali Sanga ditahun 1429.

Tidak hanya peninggalan dari para sunan, koleksi benda kuno Keraton Kasepuhan ini juga menjadi bagian dari koleksi museum. Ada juga seperangkat alat musik gamelan buatan tahun 1748, alat musik ini merupakan peninggalan dari Sultan Sepuh IV yang dinamai dengan Gamelan Si Ketuyung. Koleksi senjata dan baju zirah Portugis yang beratnya hingga mencapai 4 kg juga terpajang apik di sebuah etalase museum.

 Baju zirah Portugis

Selain itu, ada ukiran kayu kuno karya dari Panembahan Girilaya ditahun 1582, menggambarkan Dewa Ganesha sedang menaiki seekor gajah. Pada bagian atas kepala Ganesha, ada motif mega mendung yang merupakan ciri khas dari Keraton Kasepuhan dan Cirebon.

Di bagian akhir museum, yaitu tepatnya sebelum pintu keluar, para pengunjung akan melihat seperangkat alat Tedak Siti yang terdiri dari sangkar bambu, kursi, dan juga tangga kecil berundak lima, dibuat pada 1899. Alat tersebut digunakan dalam Upacara Mudun Tanah atau turun ke tanah. Upacara ini merupakan ritual bagi anak-anak yang usianya 7 bulan.

Suka artikel berjudul Museum Benda Kuno Di Cirebon Jawa Barat, Yuk bagikan ke: