Nyangku, Tradisi Pembersihan Benda-Benda Pusaka



Nyangku berasal dari bahasa arab yaitu yanko yang artinya membersihkan. Upacara adat Nyangku ini adalah sebuah ritual untuk membersihkan pusaka peninggalan dari leluhur warga Kecamatan Panjalu, yaitu Prabu Borosngora yang dilaksanakan disetiap datangnya bulan Maulud. Pada setiap upacara Nyangku ini, sejumlah warga dari Panjalu dan Ciamis Jawa Barat akan membawa pusaka yang ditutupi oleh kain.

Makna dari dilaksanakannya upacara adat ini adalah untuk menghormati peninggalan pusaka dari leluhur sebagai ungkapan terima kasih atas jasa-jasanyayang telah mendirikan negara dan juga menyebarkan agama Islam di wilayah Galuh, Ciamis, khususnya di Kecamatan Panjalu. Oleh karena itulah, tradisi ini diadakan setiap bulan Maulid pada minggu keempat. Inti dalam ritual ini adalah untuk pembersihan benda-benda pusaka yang dimiliki oleh Kerajaan Panjalu.

Ritual Nyangku ini biasanya akan diawali dengan berziarah ke makam raja di Situ Lengkong, Panjalu, Upacara kemudian dilanjutkan dengan pencucian benda pusaka dari peninggalan raja seperti pedang. Rombongan pembawa benda pusaka biasanya akan mengenakan pakaian muslim dan pakaian adat khas Sunda. Mereka berjalan kaki dari Bumi Alit atau rumah penyimpanan benda pusaka menuju Situ Lengkong.

Ritual membersihkan pusaka

Setelah itu, benda-benda pusaka tersebut dibawa ke alun-alun dan disimpan kembali di Bumi Alit. Dengan diiringi musik rebana, para pembawa pusaka ini menuju panggung utama tempat digelarnya pencucian benda pusaka. Benda-benda pusaka ini kemudian dibersihkan dengan menggunakan air yang telah didoakan.

Sampai kini, ritual Nyangku menjadi tradisi dan juga kebudayaan kebanggaan dari masyarakat Panjalu. Tradisi ini dimanfaatkan untuk mengenang kebesaran dari Kerajaan Panjalu pada masa lalu. Upacara Nyangku ini masih terus ditunggu warga. Mereka ingin ikut menjaga dan juga melestarikan Nyangku sebagai warisan adat.
Suka artikel berjudul Nyangku, Tradisi Pembersihan Benda-Benda Pusaka , Yuk bagikan ke: