Pasar Intan Martapura Di Kalimantan Selatan



Mendengar kata Martapura tentunya akan mengingatkan kita dengan kota penghasil intan terbesar di Indonesia. Kota Martapura merupakan sebuah ibukota di Kabupaten Banjar yang terletak di Kalimantan Selatan.

Sejak pada tahun 1950 sampai sekarang, pedagang intan tradisional tetap melakukan transaksi jual beli. Jadi tidak heran jika kota ini dijuluki dengan kota intan, karena batu mulia tersebut sudah menjadi ciri khas dari Kota Martapura. Wisatawan pencinta batu perhiasan pun datang berkunjung dan juga berburu intan ke pusat transaksi intan yang sekaligus menjadi tempat penggosokan intan terkenal ini.

Pasar Intan Martapura ini beralamat di Jalan Ahmad Yani, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan. Pada hari biasa, pasar ini dapat dikunjungi oleh sekitar 10.000 orang. Namun pada akhir pekan atau hari libur nasional, Pasar Intan Martapura dapat dipadati sampai sekitar 20.000 pengunjung.

Kompleks pertokoan di Pasar Intan Martapura ini menyediakan 87 toko intan yang dibagi dalam 4 (empat) blok pasar. Sementara tempat parkirnya dapat menampung lebih dari 380 mobil. Namun tidak perlu khawatir kehabisan tempat parkir, kendaraan para pengunjung yang sudah tidak muat lagi dapat dititipkan di parkiran Masjid Al Karomah yang berdekatan dengan pasar ini.

Berbagai macam batu intan

Batu intan yang diperjual belikan di pasar ini telah diolah dalam bentuk perhiasan. Harganya pun berkisar antara puluhan ribu sampai ratusan ribu rupiah, tergantung dari keunikan ataupun kelangkaan dari jenis batu intan.

Peluang bisnis batu intan Martapura tidak hanya berada di kota ini. Intan yang dibeli seharga Rp 20.000 di Pasar Intan Martapura dapat dijual kembali dengan harga Rp 50.000 atau bahkan Rp 100.000 di pulau Jawa. Sungguh suatu bisnis yang cukup menguntungkan. Murahnya harga batu intan di pasar ini tentunya dikarenakan proses penggosokan batu intan yang masih dilakukan secara tradisional sehingga pesona dari batu ini kurang terpancar.

Untuk menuju ke Martapura, para pengunjung hanya memerlukan waktu sekitar setengah jam dari Bandara Syamsudin Noor. Sementara jika dari kota Banjarmasin, para pengunjung harus melakukan perjalanan yang memakan waktu sampai satu jam dengan menggunakan kendaraan. Tentu saja, untuk berkunjung ke pasar ini tidak dikenai biaya.

Salah satu hal yang harus diperhatikan bila berminat membeli intan adalah untuk selalu ingat memeriksa keaslian dari intan dengan alat yang dimiliki di semua toko di pasar ini. Jika hanya modal kepecayaan saja, tanpa memeriksakan keasliannya, pembeli dapat saja membeli batu tiruan.

Suka artikel berjudul Pasar Intan Martapura Di Kalimantan Selatan, Yuk bagikan ke: