Tari Batik Pace, Tarian Tradisional Dari Jawa Timur


Tari Batik Pace, Tarian Tradisional Dari Jawa Timur

Tari Batik Pace adalah salah satu tarian tradisional yang berasal dari Jawa Timur. Tarian ini terinspirasi dari pendiri Kota Pacitan yang didalam perjuangannya suka minum sari buah pace atau mengkudu yang banyak tumbuh di kawasan Pacitan. Tari Batik Pace ini merupakan salah satu tarian tradisional yang cukup populer di Jawa Timur dan masih sering dipentaskan dalam acara-acara, seperti penyambutan tamu besar, pernikahan dan juga acara-acara lainnya.

Asal Usul Tari Batik Pace

Menurut beberapa sumber, Tari Batik Pace ini diciptakan oleh Anang, yaitu pendiri Sanggar Blarak Pacitan. Tarian ini mengakomodasi sejarah dari buah pace dan kebutuhan memperkenalkan karya khas yang berupa batik Pace. Menurut Anang tarian Batik Pace ini merupakan tari kontemporer, dengan mengadopsi gerakan tari yang indah.

Pemberian nama Batik Pace ini sendiri karena dahulu Pacitan memiliki riwayat sebagai daerah yang banyak ditumbuhi oleh tanaman pace (mengkudu). Mitos yang menyebar di kalangan masyarakat, pendiri Pacitan didalam perjuangannya meminum sari buah pace ini kemudian menjadi kuat. Cerita tersebut tertulis dikitab Babad Ing Pacitan, sehingga sebagian dari masyarakat Pacitan percaya bahwa nama Pacitan ini berasal dari kalimat pace sak pengetan, yang bermakna tempat buah pace.

Pertunjukan Tari Batik Pace

Pertunjukan Tari Batik Pace
Pertunjukan Tari Batik Pace

Dalam pertunjukannya, Tari Batik Pace ini biasanya ditarikan oleh 5 (lima) orang penari. Tarian ini diawali dengan masuknya para penari ke atas pentas dengan gerakan memutar cepat didepan panggung. Kemudian para penari membentuk formasi, sehingga 3 orang penari dibagian sudut kiri panggung dan 2 orang penari dibagian sudut kanan panggung. Ketiga penari memperagakan gerakan dengan tangan kiri dan kanan mengarah ke atas dan kebawah secara bergantian, seraya bergerak mundur teratur. Sedangkan pada seorang penari memerankan gerakan mencelup batik dan seorang penari lainnya memerankan gerakan mengeringkan kain batik yang telah dibuat.

Para penari kemudian menggunakan media kain batik pace dengan meletakan kain batik tersebut di bagian belakang pinggul dan memutarkan kedepan diikuti dengan gerakan tubuh menghadap ke penonton. Secara bersama-sama kelima para penari bergerak lincah dan berbaris, sambil memegang kain batik yang melingkar ditubuh, dengan kaki mengayun ke arah kiri dan ke kanan. Gerakan ini cukup menakjubkan dan juga atraktif.

Pengiring Tari Batik Pace

Tari Batik Pace ini diiringi oleh alunan musik yang berasal dari 2 (dua) orang pemukul tabuh perkusi dan 2 (dua) orang memainkan slenthem. Kolaborasi musik tersebut menghasilkan suara yang apik. Suara perkusi dan slenthem menghasilkan alunan nada yang indah dalam mengiringi gerakan tari Batik Pace menjadi lebih atraktif.

Perkembangan Tari Batik Pace

Dalam perkembangannya, Tari Batik Pace ini masih terus menerus dilestarikan dan di pelajari oleh beberapa sanggar seni yang ada disana. Selain ditampilkan pada acara besar, tarian ini juga sering di tampilkan di acara lain seperti acara penyambutan tamu dan festival budaya. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya dalam melestarikan dan memperkenalkan kepada masyarakat luas akan kesenian Tari Batik Pace ini.

Suka artikel berjudul Tari Batik Pace, Tarian Tradisional Dari Jawa Timur, Yuk bagikan ke: