Tari Rong Tek, Tarian Tradisional Dari Jawa Tengah


Tari Rong Tek, Tarian Tradisional Dari Jawa Tengah

Tari Rong Tek adalah salah satu tarian tradisional dari Provinsi Jawa Tengah. Tarian ini merupakan tari kreasi yang berembrio dari tari lengger banyumasan. Secara etimologi, kata rong tek ini berasal dari dua kata, yaitu rong dan tek. Kata Rong sendiri diambil dari suku pertama dari kata ronggeng, yang didalam bahasa Banyumas dapat diartikan sebagai penari atau lengger. Sementara, kata tek diambil dari suara kentongan bambu yang menjadi properti utama didalam pementasan.

Dalam tradisi masyarakat Banyumas, bambu bukan hanya sebatas tanaman. Tanaman berbatang panjang ini juga mempunyai berbagai peran penting ddialam kehidupan sehari-hari. Bambu muda dapat dijadikan sebagai bahan panganan (makanan), sementara bilah bambu yang sudah tua dapat dirajut menjadi berbagai benda kebutuhan rumah tangga, seperti tampah dan bakul. Fungsi lain dari bambu adalah dapat menjadi alat musik dan juga alat komunikasi darurat didalam kegiatan ronda. Dalam tari kreasi rong tek inilah, fungsi dari kentongan sebagai alat komunikasi pertanda darurat dirubah menjadi sesuatu yang lebih bersifat profan.

Pertunjukan Tari Rong Tek
Pertunjukan Tari Rong Tek

Selain penggunaan kentongan sebagai properti pementasan, Tari Rong Tek ini juga menyajikan gerak-gerik para penari yang menggambarkan sebuah keceriaan para remaja puteri yang gemar bergurau, bertingkah konyol, dan juga terkadang iseng. Tari kreasi ini dibawakan oleh 5 (lima) - 10 (sepuluh) orang yang keseluruhannya seorang perempuan dengan mengenakan pakaian khas lengger Banyumas yang telah dimodifikasi sehingga tampak lebih muda dan juga menarik.

Meskipun pakaian para penari telah mengalami berbagai modifikasi, terdapat beberapa bagian dari pakaian lengger Banyumas yang masih dipertahankan. Beberapa bagian itu diantaranya adalah penggunaan kemben yang terbuat dari kain batik. Sedangkan, di bagian pinggang, para penari rong tek juga mengenakan stagen layaknya para penari lengger banyumasan. Tidak lupa sampur yang selalu disandang pada bagian bahu. Sampur atau selendang juga menjadi bagian terpenting dalam setiap pertunjukan tari dalam tradisi Banyumas. Pada bagian bawah, para penari biasanya mengenakan kain batik panjang yang sering disebut dengan jarit.

Kepala para penari rong tek dihias dengan konde yang diberi tambahan kanthil dan juga beberapa hiasan lain yang umumnya berwarna emas atau perak. Hiasan-hiasan tersebut dapat diubah atau digantikan dengan penggunaan ornamen daun-daunan yang tetap indah pada saat bergoyang-goyang seiring gerakan tubuh penari.

Sama halnya dengan tradisi lengger didalam budaya Banyumas, musik yang dalam mengiringi pementasan tarian ini juga berasal dari suara gamelan calung. Alat musik utama didalam gamelan calung ini terbuat dari bambu wulung yang umumnya berwarna lebih gelap dari bambu lainnya. Alat musik utama tersebut kemudian dikolaborasikan dengan berbagai macam alat musik gamelan, seperti kenong, kendang, dan gong. Selain itu juga digunakan beberapa alat musik modern.

Walaupun tarian ini merupakan tari kreasi, namun Tari Rong Tek ini berhasil mendekonstruksi tradisi lengger banyumasan menjadi sebuah tarian yang lebih bersifat profan ketimbang sakral. Hanya saja dalam rong tek suara kentongan ini tidak lagi menggambarkan keadaan darurat, melainkan sebuah keceriaan didalam bentuk yang lain.

Suka artikel berjudul Tari Rong Tek, Tarian Tradisional Dari Jawa Tengah, Yuk bagikan ke: