Wayang Bambu, Kesenian Tradisional Dari Jawa Barat

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kesenian wayang bambu ini berkembang di daerah Bogor, Provinsi Jawa Barat, yaitu tepatnya, di kampung Cijahe, kelurahan Curug Mekar. Kesenian ini dikembangkan oleh Ki Drajat. Beliau adalah seorang dalang sekaligus juga sebagai pembuat wayang bambu.

Sesuai dengan namanya, wayang bambu ini terbuat dari bambu, tepatnya dibagian ati bambu. Ati bambu adalah batang bambu bagian dalam. Bambu yang digunakan dalam membuat wayang ini adalah bambu tali. Bambu tali in sangat lentur, sehingga sangat mudah untuk dianyam dan juga dibentuk jadi wayang.

Wayang Bambu

Sekilas wayang bambu mirip dengan wayang golek. Bedanya, wajah pada wayang bambu polos tanpa lukisan. Sedangkan pada wajah wayang golek biasanya dilukis dengan lengkap, seperti ada mata, hidung, bibir, sehingga wayang golek menyerupai wajah manusia. 

Wajah pada wayang bambu memang sengaja dibuat polos. Tujuannya, supaya para penonton bebas berimajinasi tentang wajah dari tokoh wayang tersebut. Uniknya lagi, pada bagian dada wayang bambu ini dapat digerakkan naik turun. Jadi, wayang ini dapat kelihatan seperti orang bernapas.

Cara memainkannya wayang bambu ini mirip dengan cara memainkan wayang golek. Dalam pertunjukannya, wayang bambu ini biasanya diiringi dengan musik karawitan Sunda. Cerita dari wayang bambu ini pun beredan dan tidak diambil dari kisah Mahabharata ataupun kisah Ramayana seperti halnya cerita pada wayang golek.

Cerita wayang bambu ini justru diangkat dari kisah kehidupan sehari-hari. Selain itu juga bahasa yang digunakan dalam pertunjukan wayang bambu ini adalah bahasa sunda Bogor.

No comments: