Wayang Beber, Kesenian Wayang Tertua Di Indonesia



Mungkin sebagian dari kita hanya mengenal wayang sebatas wayang kulit, wayang golek, ataupun wayang orang. Padahal, ada jenis wayang lainnya yang saat ini hampir terlupakan, salah satunya adalah wayang beber.

Menurut beberapa sumber, wayang beber ini merupakan salah satu wayang tertua di Indonesia. Wayang ini muncul sekitar 550 tahun silam dan bahkan mengalami masa kejayaan selama 400 tahun.

Secara umum wayang beber ini tidak jauh berbeda dengan wayang pada umumnya, yang sama-sama digunakan dalam kepentingan pertunjukan. Perbedaannya hanyalah pada bentuk wayang, cerita pementasan, dan juga komponen yang ada dalam pertunjukan.

Gulungan Wayang Beber

Wayang Beber ini berupa lukisan yang dibuat digulungan kertas (dahulunya dilukis di atas daun lontar atau di daun siwalan dengan cara dijujud atau didistorsi), berisikan sebuah cerita yang akan dikisahkan oleh seorang dalang dan akan dimainkan dengan cara membeberkannya.

Kata Beber ini sendiri menurut bahasa jawa artinya njentrehke atau didalam bahasa Indonesia artinya dibentangkan atau diuraikan. Pementesan wayang beber dapat dikatakan minim dan bahkan jarang ditemui. Namun jika anda ingin menyaksikan pertunjukan wayang beber ini, anda dapat menemukannya di daerah Pacitan dan Gunungkidul, Provinsi D.I.Yogyakarta.

Pementasan wayang ini umumnya digelar pada acara ritual-ritual tertentu, seperti ruwat, bersih desa, menolak hama, ataupun proses kehidupan manusia (kelahiran, pernikahan, khitanan). Wayang beber ini dahulunya tidak diiringi dengan gamelan, namun dengan seiring perkembang zaman, wayang beber kemudian diiringi oleh gamelan yang sederhana yaitu kendang, kenong, gong, kethuk raras jangga, rebab,  dan kempul raras lima.

Suka artikel berjudul Wayang Beber, Kesenian Wayang Tertua Di Indonesia, Yuk bagikan ke: