Gedung Pusaka Keraton Kanoman di Cirebon Jawa Barat

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Di Kompleks Keraton Kanoman ada sebuah gedung yang berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan dan juga merawat benda-benda kuno peninggalan keraton. Beralamat di Jalan Winaon, Kampung Kanoman, Kecamatan Lemah Wungkuk, Kota Cirebon. Museum yang bernama Gedung Pusaka Keraton Kanoman ini memamerkan segala bentuk benda, seperti gamelan, tombak, ukiran dinding, sampai kereta kencana.

Memasuki area museum, para pengunjung akan disambut dengan Kereta Kencana Paksi Naga Liman dan Kereta Jempana. Kedua kereta ini dibuat pada tahun 1428 M yang diprakarsai Pangeran Losari.

Kereta-kereta di Gedung Pusaka Keraton Kanoman

Kereta yang memakai kayu sawo sebagai bahan utama pembuatannya ini dipakai terakhir kali pada tahun 1933. Ketika itu, Sri Sultan Kanoman ke-VIII atau Sultan Raja Muhammad Dzulkarnaen masih memimpin Keraton Kanoman.

Kereta Kencana Paksi Naga Liman mempunyai bentuk hewan yang bersayap, berkepala naga, dan mempunyai belalai seperti gajah. Bentuk ini mengadopsi 3 (tiga) budaya sekaligus, yakni budaya Islam yang disimbolkan dengan burung, Cina dengan kepala naga, serta Hindu yang dilambangkan dengan belalai gajah.

Kereta Paksi Naga liman juga mempunyai teknologi yang sangat maju di zamannya. Hal tersebut terletak pada sayap yang mampu bergerak ketika kereta dijalankan. Ini berguna sebagai pendingin ketika sultan menaiki kereta ini. Sedangkan Kereta Kencana Jempana merupakan kereta kebesaran dari Ratu Dalem atau permaisuri kesultanan Cirebon.

Jempana didalam bahasa Cirebon artinya adalah Jemjeming Pengagem Manahayang yang bermakna Keteguhan hati. Ini dimaksudkan supaya permaisuri dapat memegang teguh amanat yang diembannya sebagai seorang pendamping Sultan Keraton.

Kereta Jempana juga mempunyai ukiran berbentuk mega mendung. Motif ini sudah menjadi landasan didalam pembuatan motif batik Cirebon yang sudah dikenal seluruh nusantara.

Selain kereta kebesaran, museum ini juga menyimpan berbagai benda kuno lainnya, seperti ukiran dinding Paksi Naga Jalma, yakni manusia yang memiliki rupa burung dan berbadan manusia serta berkulit naga.

Koleksi di Gedung Pusaka Keraton Kanoman

Ada juga koleksi peti yang berasal dari Mesir. Ini bisa dilihat dari hiasan yang terpampang dibagian luar peti. Dahulu, peti ini dipakai oleh Sunan Gunung Jati dan ibunya Nyai Mas Ratu Raransantang ketika hijrah dari Mesir menuju Cirebon.

Di sudut lain museum, kursi yang berumur hampir 700 tahun ini terpajang bersama dengan patung cupid pemberian dari jenderal Inggris Sir Thomas Raffles. Ketika masih digunakan, kursi yang diberi nama Gading Gilang Kencana ini diperuntukan untuk Putra Mahkota Kerajaan Padjajaran yakni Pangeran Walangsungsang. Pangeran Walangsungsang merupakan salah satu tokoh cikal bakal adanya kesultanan di Cirebon.

No comments: