Inilah 5 Tahapan Pembuatan Gamelan

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
 Inilah 5 Tahapan Pembuatan Gamelan

Gamelan merupakan salah satu diantara banyaknya seni adiluhung dalam budaya Jawa. Tak hanya dalam budaya Jawa, seni instrumen musik yang semakin digemari di luar negeri ini juga lahir dan berkembang di dalam tradisi Bali dan Sunda. Meskipun semakin digemari, namun belum banyak orang yang mengetahui cara orang-orang terdahulu membuat gamelan. Proses pembuatan gamelan ternyata tak semudah yang dibayangkan, karena harus melewati berbagai tahapan yang sangat rumit.

Dalam proses pembuatan gamelan, setidaknya terdapat 5 (lima) tahap yang harus dilalui. Kelima tahap tersebut diantaranya adalah, tahap melebur campuran atau yang disebut dengan membesot, mencetak atau menyinggi, menempa, dan juga melakukan pemeriksaan terakhir atau yang biasa disebut proses membabar. Setelah membabar, terdapat satu proses penting lagi yang harus dilakukan guna menghasilkan satu set gamelan yang sempurna, yakni proses menyesuaikan tangga nada.

Proses membesot dengan menggunakan Kowi
Proses membesot dengan menggunakan Kowi

Dalam proses membesot, seorang pengrajin gamelan akan mempersiapkan kowi, yakni wadah sejenis mangkuk yang terbuat dari tanah liat. Didalam proses ini, dipersiapkan perapian yang dilengkapi dengan alat pemanas guna menghasilkan panas yang maksimal. Kowi tersebut lalu diisi dengan logam dan juga campuran lainnya, seperti tembaga atau perak untuk dapat menghasilkan warna lempeng yang bagus.

Proses mencetak logam
Proses mencetak logam

Setelah bahan dasar pembuatan gamelan telah jadi, tahap berikutnya adalah menyinggi. Dalam tahap menyinggi ini, bahan dasar logam dilebur kembali untuk dicetak menjadi bentuk bulat atau bilah. Terdapat 3 (tiga) bentuk gamelan yang dibuat dalam tahap ini, diantaranya adalah bentuk panjang (dawan), bentuk panjang setengah lingkaran, serta bentuk cebongan. Untuk menjaga kesakralan, biasanya dalama tahap ini digunakan air kembang untuk merendam gamelan yang telah dicetak.

Alat musik gamelan yang telah dicetak kemudian masuk ke tahap menempa atau tahap membentuk untuk menghasilkan bentuk yang sempurna. Tahap menempa ini merupakan tahap yang paling rumit didalam proses pembuatan gamelan. Dalam tahap ini, biasanya pengerjaan dilakukan oleh orang yang benar-benar memahami seluk-beluk dari gamelan, mengingat proses menempa tidak dilakukan sembarangan, melainkan memakai berbagai teknik memukul menggunakan palu pemukul yang beraneka macam.

Gamelan yang telah ditempa kemudian diperiksa kembali di tahap membabar. Pada tahapan ini bila masih terdapat kecacatan pada bentuk, maka akan diperbaiki kembali. Setelah tahap membabar, secara fisik alat musik gamelan yang dibuat telah selesai, namun belum secara fungsi. Oleh karena itulah dibutuhkan satu tahapan lagi untuk dapat menghasilkan gamelan dengan fisik dan juga fungsi yang sempurna, tahap tersebut adalah menyesuaikan tangga nada.

Hasil proses pembuatan Alat musik Gamelan
Hasil proses pembuatan Alat musik Gamelan

Setelah disesuaikan dengan tangga nada, bulatan atau bilah siap dipasang pada sangkarnya. Pada tahap inilah pembuatan instrumen gamelan telah selesai secara fisik maupun fungsinya. Beberapa pengrajin, walaupun sudah jarang ditemukan, melengkapi pembuatan gamelan dengan berbagai macam ritual, seperti puasa dan menyediakan sesajian. Hal ini tentu untuk menghasilkan gamelan yang tidak hanya sempurna secara fisik dan juga fungsi, namun juga sempurna secara filosofis.

No comments: