Masjid Cheng Ho di Palembang Sumatera Selatan

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Berjalan ke arah selatan dari pusat Kota Palembang, yaitu tepatnya di Kompleks Perumahan Amin Mulia, Jakabaring, ada bangunan masjid berwarna terang dengan arsitektur yang sangat kental akan nuansa Tiongkok. Masjid yang dibangun atas prakarsa dari Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Kota Palembang ini bernama lengkap Masjid Al Islam Muhammad Cheng Ho.

Diawal keberadaannya, Masjid Cheng Ho Palembang ini dibangun dengan latar belakang untuk menjaga hubungan baik diantara masyarakat keturunan Tionghoa dengan masyarakat Palembang, selain itu juga sebagai tempat untuk memperdalam ajaran agama Islam dan juga memperkenalkannya kepada masyarakat luas.

Digunakannya nama Cheng Ho juga bukan tanpa sebab, Cheng Ho sendiri dikenal sebagai panglima angkatan laut Tiongkok dari abad XV. Cheng Ho ini dipercaya memimpin ekspedisi perdagangan menyusuri wilayah Indonesia dengan menggunakan armada yang sangat besar. Meskipun awalnya perjalanan yang dilakukan Cheng Ho merupakan ekspedisi dalam perdagangan, namun secara tidak langsung dirinya pun turut memperkenalkan Islam di wilayah yang disinggahinya. Karena perilakunya yang baik dan juga membawa kedamaian, Cheng Ho memiliki banyak pengikut.

Masjid Cheng Ho Palembang ini berukuran sekitar 20x20 meter dibangun diatas tanah seluas 4.990 m2. Tanah tersebut merupakan tanah hibah yang diberikan oleh seorang Gubernur Provinsi Sumatera Selatan pada saat itu, yaitu Syahrial Oesman. Dalam pembangunannya, Masjid Cheng Ho ini dilengkapi dengan 2 (dua) menara yang masing-masing diberi nama Habluminallah dan Hambluminannas. Sementara itu di bagian bawah menara ada tempat wudhu yang berukuran 4x4 meter.

Suasana Masjid Cheng Ho

Kedua menara Masjid Cheng Ho Palembang mempunyai 5 tingkat yang melambangkan jumlah 5 shalat yang dilakukan umat muslim dalam sehari-hari. Tinggi menara mencapai 17 meter, angka tersebut merupakan simbol dari jumlah rakaat yang harus dikerjakan oleh setiap muslim dalam sehari-hari. Sementara dibagian luar menara dibubuhi ornamen khas Palembang yang berupa tanduk kambing. Penggunaan dari ornamen khas tersebut bukan tanpa sebab, selain dikarenakan Masjid Cheng Ho ini dibangun di tanah Palembang, masyarakat juga menyadari adanya kedekatan diantara kebudayaan Palembang dengan kebudayaan Tionghoa.

Masuk lebih ke dalam, para pengunjung akan mendapati warna dominan, yaitu warna merah yang identik dengan kebudayaan Tiongoa. Arsitektur Tionghoa juga dapat terlihat dari daun pintu yang ada di pintu utama masjid. Pancang-pancang dan ornamen pagar pembatas dibagian atas makin mempercantik tampilan interior dari masjid yang kental akan nuansa Tionghoa. Secara keseluruhan bangunan masjid ini dapat menampung sekitar 500 jamaah.

Keberadaan Masjid Cheng Ho di Kota Palembang bukan sekadar untuk mengkhultuskan Cheng Ho sebagai tokoh muslim Tiongkok. Lebih dari itu, nama Cheng Ho juga diharapkan mampu menyadarkan kita akan arti penting dalam meneladani apa yang telah dilakukannya, yaitu menyebar kedamaian kepada siapapun yang ia ditemui.

No comments: