Mengenal Tradisi Ruwatan Masyarakat Jawa

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Puluhan orang terlihat memakai pakaian serba putih kemudian mereka berbaris dan kemudian satu persatu disiram dengan menggunakan air kembang oleh seorang dalang. Itulah kira-kira sedikit gambaran tentang tradisi ruwatan yang digelar pada setiap tanggal 1 Muharram.

Tradisi ruwatan biasanya akan digelar bertepatan dengan tahun baru Jawa, yaitu tanggal 1 Suro. Ritual ini sendiri mempunyai tujuan sebagai sarana pembebasan atau penyucian manusia atas dosa-dosa dan kesalahannya yang berdampak kesialan didalam kehidupnya. Selain itu, ritual ini juga digelar untuk melestarikan kebudayaan Jawa kuno yang bertujuan untuk mencari kesejahteraan hidup.

Suasana pada tradisi ruwatan

Ritual ruwatan ini seringkali dianggap dekat dengan hal-hal yang berbau mistis dimana mengingatkan kita kepada kepercayaan animisme yang dianut oleh para nenek moyang kita dahulu. Hal ini terlihat dari sajian sesajen yang terlihat disetiap ritual ruwatan digelar. Sesajen ini biasanya terdiri dari sayuran, buah-buahan, dan bahkan hewan seperti ayam yang dijadikan sesajen.

Tradisi ruwatan ini dilaksanakan dengan serangkaian ritual upacara seperti dimulai doa bersama, sungkeman anak terhadap orang tua nya, jamasan (yaitu mandi jamas dengan air londho merang). Selain serangkaian upacara, didalam ritual ruwatan para peserta ruwatan juga akan menyaksikan bersama pertunjukan wayang kulit yang dimainkan oleh seorang dalang.

No comments: