Museum Keraton Surakarta Di Solo Jawa Tengah

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Di dalam kawasan Keraton Surakarta, ada sebuah museum yang menyimpan berbagai macam hal tentang sejarah, seni, dan budaya Surakarta. Secara administratif, Museum Keraton Surakarta ini terletak di Kelurahan Baluwarti, Kecamatan Pasar Kliwon, Surakarta.

Bangunan Museum Keraton Surakarta sebenarnya merupakan deretan ruang yang membentuk persegi panjang. Namun, hanya 2 (dua) sisi panjang yang dipakai sebagai area pamer. Pada masa Pakubuwono X, bangunan yang sekarang ini dipakai sebagai museum merupakan gedung perkantoran. Ruang-ruang kantor itu lalu dipugar menjadi ruang pamer museum. Pemugaran terakhir museum ini dilakukan pada tahun 2003.

Foto-foto raja yang pernah berkuasa di Surakarta

Terdapat 13 ruang di museum ini. Masing-masing ruang memamerkan jenis koleksi yang berbeda-beda. Ruang pertama memamerkan foto-foto para raja yang pernah berkuasa di Surakarta. Selain itu, ada juga beberapa kursi dari peninggalan Pakubuwono IV dan beberapa lemari yang dihiasi oleh ukiran yang indah.

 Koleksi berbagai arca

Ruang kedua adalah ruang arca. Pada sisi-sisi ruang ini dihiasi oleh lemari berlapis kaca yang memamerkan sebuah arca perunggu seperti Buddha, Buddha Avalokiteswara, dan berbagai macam alat upacara. Koleksi lain yang juga ada di ruang ini ialah arca batu peninggalan zaman purbakala.

Ruang ketiga menyimpan patung kuda milik dari pasukan keraton. Patung kuda disini terbuat dari kayu dan juga lengkap dengan pakaiannya. Beralih ke ruang selanjutnya ialah ruang pengantin keraton. Di ruang ini, ada diorama yang dibuat dimasa Pakubuwono X. Diorama ini merupakan adegan pernikahan dari pengantin Jawa. Selain itu juga, pada dinding terdapat relief yang menceritakan prosesi adat pernikahan dari Keraton Surakarta.

Ruang berikutnya adalah ruang kesenian rakyat. Di ruangan ini, dipamerkan berbagai macam alat kesenian yang berkembang di Solo, seperti klenengan, wayang kulit, dan jaran kepang. Ruang keenam menyimpan berbagai macam jenis topeng. Topeng-topeng ini merupakan topeng yang dipakai dalam tari topeng yang mengambil cerita dari Panji Inukertapati, Asmarabangun, Candrakirana, Dewi Galuh dan Klana.

Ruang ketujuh memamerkan berbagai macam alat upacara yang biasa dipakai oleh masyarakat dan juga anggota keraton Surakarta. Alat-alat yang disimpan di ruang ini antaranya adalah bokor, kendi, tampan, sumbul, kencohan, dan juga perhiasan. Di ruang ini juga ada sebuah payung bersusun tiga yang pernah dipakai dalam upacara khitanan Pakubuwono IV.

Ruang alat angkut tradisional Keraton Surakarta

Berikutnya adalah ruang alat angkut tradisional dari Keraton Surakarta. Alat angkut tradisional yang dipakai merupakan alat angkut yang diangkat oleh beberapa orang dari abdi dalem keraton. Ada beberapa alat angkut yang dipakai, yaitu tandu atau yang biasa disebut joli jempono yang digunakan oleh putri raja pada saat jadi pengantin atau bepergian, kremun dipakai untuk mengangkut peralatan keraton, jolen yang dipakai untuk mengangkut benda sakral, serta gawangan yang dipakai untuk menggantungkan sesaji.

Kereta Kyai Morosebo

Selanjutnya adalah ruang kereta raja. Di ruang ini, dipamerkan sejumlah koleksi kereta dari raja, seperti Kereta Kyai Garuda (persembahan dari VOC kepada Pakubuwono II di tahun 1726), Kereta Kyai Garuda Putra (kereta yang dipakai dari masa Pakubuwono VII hingga Pakubuwono X), dan Kereta Kyai Morosebo (kereta kerajaan yang digunakan oleh Pakubuwono III).

Ruang kesepuluh adalah ruang kuda yang digunakan untuk berburu. Di dalam ruang ini, ada diorama yang menceritakan pertemuan antara Pakubuwono VI dengan Pangeran Diponegoro. Pertemuan tersebut berlangsung pada saat meletusnya Perang Jawa (1825 sampai 1830). Selanjutnya adalah ruang senjata yang menyimpan berbagai macam senjata seperti bedil, pedang, keris, panah, perisai, dan pelana kuda.

Masuk ke ruang berikutnya, dapat ditemukan patung Rojomolo. Patung Rojomolo ini merupakan patung kepala raksasa dari penguasa laut yang dipasang sebagai hiasan perahu yang dipakai Pakubuwono IV. Di Solo, ada 2 (dua) patung Rojomolo. Patung yang satu lagi disimpan di Museum Radya Pustaka. Selain itu juga, di ruang ini, ada pula berbagai maket rumah Jawa, mulai dari yang gaya kampong, bergaya limasan, dan lainnya.

Terakhir adalah ruang alat perlengkapan rumah serta dapur. Di ruang ini, dipamerkan sejumlah keramik porselin kuno yang dahulu menjadi perlengkapan rumah tangga serta dapur. Selain itu, juga ada alat menanak nasi yang dipakai oleh para tentara pada saat sedang berperang.

Di tengah bangunan museum, ada sebuah taman. Di sekitar area taman, ada beberapa patung malaikat. Selain itu, ada juga sebuah kayu besar yang dinamakan dengan Kayu Jati Kyai Dhanalaya. Kayu Jati Kyai Dhanalaya ini merupakan bagian yang tersisa dari pohon yang ditebang oleh Pakubuwono V pada saat akan membuat patung Rojomolo. Di dekat kayu besar ini, juga bisa ditemukan sumber mata air. Sumber mata air ini merupakan tempat bagi persemedian Pakubuwono IX. Pengunjung biasanya akan mencuci muka mereka di sumber mata air ini, berharap akan mendapat berkah atau mendapat kemudaan.

Museum Keraton Surakarta buka dari Hari Senin hingga Hari Kamis jam 9.00-14.00 WIB, sementara Hari Sabtu dan Minggu jam 9.00-15.00 WIB. Tiket untuk masuk ke museum ini sebesar Rp10.000 untuk hari biasa dan Rp15.000 untuk akhir pekan.

No comments: