Museum Perjuangan Bogor di Jawa Barat

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sebagai usaha dalam mewariskan nilai-nilai luhur semangat juang para pahlawan, Ishak Djuarsa (mayor) yang bertugas sebagai tentara Divisi III Siliwangi memprakarsai berdirinya sebuah museum. Diresmikan pada tahun 1958, museum ini kemudian diberi nama Museum Perjuangan Bogor. Museum Perjuangan Bogor ini terletak di pusat kota, yaitu tepatnya di Jalan Merdeka No 56, diantara Jalan Kapten Muslihat dan Jalan Veteran. Nama-nama jalan tersebut menunjukkan bahwa Bogor merupakan kota yang memiliki sejarah panjang didalam usaha untuk mencapai kemerdekaan Republik Indonesia.

Sebelum bangunan ini dijadikan museum, bangunan Museum Perjuangan Bogor ini telah berdiri sejak tahun 1879. Pada awalnya, gedung ini digunakan sebagai tempat tinggal seorang pengusaha Belanda yang bernama Wilhelm Gustaf Wissner. Pada tahun 1935, beberapa organisasi politik dan juga organisasi kepemudaan berhasil menguasai bangunan tersebut. Fungsi gedung pun kemudian berubah menjadi tempat berkumpul dan berdiskusi untuk menyatukan visi dan misi mendirikan negara Indonesia merdeka. Ketika itulah, gedung ini diberi nama Gedung Persaudaraan.

Sejarah bangunan Museum Perjuangan Bogor tak hanya sampai di situ. Pada tahun 1945, tempat tersebut juga berperan didalam membantu Soekarno dan Hatta serta beberapa para kaum muda lainnya untuk mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Setelah masa kemerdekaan, gedung ini pun juga sempat digunakan sebagai ruang redaksi media Gelora Rakyat yang dipimpin Worohito dan Mahasin. Media tersebut berfungsi menyiarkan propaganda dan juga ide-ide kemerdekaan Indonesia.

Setelah berpindah-pindah fungsi dan juga kepemilikan, bangunan Museum Perjuangan Bogor ini akhirnya dimiliki secara pribadi oleh Umar bin Usman Al Bawahab sampai pada tahun 1958. Barulah pada tanggal 20 Mei 1958, bangunan tersebut dihibahkan menjadi sebuah museum yang dikelola oleh Yayasan Museum Perjuangan Bogor.

Museum Perjuangan Bogor ini berdiri di atas lahan seluas 650 meter persegi serta memiliki dua lantai, dilengkapi ruang kantor dan juga mushola di bagian kanan dan kirinya. Pada bagian halaman museum, terdapat pula prasasti yang ditulis di atas batu marmer oleh para eks siswa SMP atau Tjoe Gakko Bogor untuk mengenang perjuangan dan pengorbanan para pejuang nasional yang telah gugur di tanah Bogor.

Koleksi di Museum Perjuangan Bogor

Ruangan utama museum ini menyimpan berbagai macam benda bersejarah seperti senjata, lengkap dengan amunisi yang masih utuh serta corong bidik hasil rampasan dari para tentara Belanda. Di bagian lain, terdapat pula berbagai etalase yang menyimpan pakaian yang pernah dipakai oleh para pejuang, berbagai mata uang yang pernah berlaku di Bogor, sampai diorama-diorama yang menggambarkan berbagai revolusi fisik yang pernah terjadi di Bogor, seperti pertempuran Bojong Kokosan dan juga pertempuran Cemplang.   

Hanya dengan membayar tiket masuk seharga Rp2.000 untuk para wisatawan domestik dan Rp3.000 untuk para wisatawan mancanegara, para pengunjung sudah bisa menikmati sejarah panjang perjuangan pahlawan di tanah Bogor didalam usaha-usaha mencapai kemerdakaan. Museum yang buka setiap hari ini mulai pukul 08.00 sampai pukul 16.00 juga dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, seperti Ruang Auditorium, Ruang Diskusi Publik, Ruang Pameran Tetap, Ruang Penyimpanan Koleksi, Galeri Merdeka, dan Ruang Administrasi. Di akhir pekan, pihak pengelola museum juga sering mengadakan berbagai acara seperti pemeran keliling, workshop, sampai seminar.

No comments: