Pantai Sumur Tiga di Aceh



Dibandingkan dengan Pantai Iboih dan Pantai Gapang, Pantai Sumur Tiga ini menyimpan keindahannya sendiri. Walaupun terumbu karang disini kalah indah dibandingkan dengan kedua pantai tersebut, namun kekurangan itu terbayar lunas dengan kekayaan jenis-jenis ikan hias yang tersimpan di dalam lautnya.

Jika beruntung, kita dapat melihat lumba-lumba melompat di tengah laut lepas. Hal ini tentu menjadi pemandangan yang sangat menyenangkan dan juga sangat langka. Pantaslah, jika pantai yang berada di Desa Ie Meuleue, Sukajaya, Sabang, ini menjadi tujuan alternatif bagi wisatawan mancanegara.

Kebanyakan orang mengira bahwa Pantai Sumur Tiga ini hanya seruas pantai kecil. Namun pada kenyataannya, pantai ini membentang dari sebelah selatan Ie Meuleu sampai kurang lebih 3,2 km ke arah selatan.

Ujung utara dari Pantai Sumur Tiga merupakan pantai terbuka yang ditandai dengan adanya gerbang masuk yang dibuat oleh pemerintah setempat. Di sepanjang sisi pantai ini, tersedia gubuk-gubuk kecil seperti saung dimana para pengunjung dapat bersantai. Ujung selatan pantai ditandai dengan keberadaan bungalow yang bernama 'Casa Nemo'.

Nama Pantai Sumur Tiga ini sebenarnya berasal dari beberapa sumur yang tersebar di sepanjang garis pantai ini. Sumur-sumur ini menyimpan keunikan yang misterius karena mempunyai air yang tawar walaupun posisinya berada di bibir pantai. Hal tersebut membuat masyarakat setempat mengandalkan kebutuhan air minumnya dari sumur ini.

Mitos yang berkembang di masyarakat setempat, bahwa kelima sumur tersebut terhubung langsung dengan Danau Aneuk Laot yang merupakan sumber utama air tawar buat seluruh masyarakat di Pulau Weh.

Walaupun populer dengan sebutan 'Sumur Tiga', pada kenyataannya, ada lima sumur yang tersebar dari ujung utara sampai ke ujung selatan pantai ini. Pada sumur pertama berada di bagin ujung utara, di tengah ruas pantai yang langsung menghadap ke arah jalan raya. Sumur kedua posisinya lebih tertutup dari akses jalan dan juga ditandai dengan nuansa yang lebih teduh dari barisan pohon kelapa yang berjajar sampai ke ujung selatan.

Sumur ketiga, yang menjadi asal dari nama Sumur Tiga, berada disekitar bungalow Santai Sumur Tiga atau yang populer dengan sebutan Freddy's. Turis asing banyak yang memilih menginap disini dikarenakan posisi bungalow yang berada diatas tebing, sehingga mempunyai pemandangan yang indah disepanjang hari. Di sore hari, para turis ini biasanya akan berenang atau berjemur di tepiannya yang berpasir lembut.

Pada Sumur keempat ditandai dengan keberadaan bunker peninggalan dari Jepang, sedangkan pada sumur kelima persis berada di dekat penginapan Casa Nemo.

Suasana di Pantai Sumur Tiga

Ombak di Pantai Sumur Tiga ini terasa lebih keras, walaupun tetap ramah pada saat menerpa tubuh kita. Birunya laut lepas yang menyegarkan dan menghadap langsung ke Semenanjung Malaya membuat kita nyaman dan untuk betah berlama-lama di sini.

Bersantai sambil menikmati hamparan pasir lembut serta putih dihiasi dengan barisan pohon kelapa yang menjulang di sepanjang garis pantainya akan membuat kita lupa waktu. Waktu sehari semalam terasa tidak cukup untuk memuaskan kita menjelajahi setiap inci keindahan yang ditawarkan oleh pantai ini.

Suka artikel berjudul Pantai Sumur Tiga di Aceh, Yuk bagikan ke: