Purwaceng, Tanaman Herbal Khas Dieng Jawa Tengah



Jika Korea mempunyai ginseng yang sangat terkenal akan khasiatnya, masyarakat Dataran Tinggi Dieng juga mempunyai tanaman herbal yang tidak kalah khasiatnya. Tanaman ini bernama purwaceng atau didalam bahasa latin disebut dengan Pimpinella pruatjan.

Pada awalnya, tanaman yang hanya bisa tumbuh pada ketinggian di atas 2.000 meter di atas permukaan laut ini merupakan tanaman liar. Menurut warga sekitar, khasiat purwaceng ini diketahui tanpa sengaja. Ketika itu, seorang warga yang lelah setelah menggarap lahan pertaniannya kemudian beristirahat. Saat beristirahat, dia memetik daun dari sebuah tanaman rambat. Daun tersebut lalu dikunyah.

Setelah mengunyah daun tersebut, sang petani pun merasa tubuhnya menjadi hangat dan tenaganya pun kembali pulih. Berita tentang daun yang berkhasiat ini kemudian menyebar. Seiring dengan berjalannya waktu, purwaceng ini menjadi tanaman yang dibudidayakan dan bahkan menjadi komoditas ekonomi dari masyarakat Dataran Tinggi Dieng.

Proses produksi tanaman Purwaceng

Pada awalnya, masyarakat sekitar mengkonsumsi purwaceng ini dengan cara merebusnya. Air rebusan purwaceng lalu diminum. Tapi kemudian, purwaceng ini diolah menjadi bentuk serbuk sehingga bisa dikonsumsi kapan saja dan dimana saja. Dan saat ini, purwaceng telah dicampur dengan bahan minuman lain seperti susu, kopi, dan teh sehingga lebih enak saat dikonsumsi. Bahkan, telah ada dalam bentuk kapsul.

Berbeda halnya dengan ginseng yang hanya diambil pada bagian akarnya, purwaceng ini dimanfaatkan seluruh bagiannya. Setelah memasuki usia panen biasanya ketika berusia sekitar 1 tahun, tanaman purwaceng ini akan dicabut. Setelah dibersihkan dari tanah-tanah yang menempel, tanaman ini lalu dikeringkan dengan menggunakan oven untuk kemudian dihaluskan dan dikemas sesuai dengan jenis produk yang diinginkan.

Melalui berbagai penelitian, tanaman ini diketahui mempunyai berbagai manfaat, seperti menghangatkan tubuh, otot, dan saraf, menghilangkan masuk angin dan pegal linu, menghilangkan rasa sakit, menurunkan panas, melancarkan buang air kecil, obat cacing, anti-bakteri, dan mencegah kanker.

Di Dataran Tinggi Dieng, hanya 4 (empat) desa yang para penduduknya membudidayakan tanaman ini. Keempat desa tersebut adalah Desa Sikurang, Desa Sembungan, Desa Patok Benteng, dan Desa Dieng. Usaha membudidayakan tanaman ini di luar Dieng pun pernah dilakukan. Hanya saja, hasilnya tidak sesuai seperti yang diinginkan

Satu yang membuat tanaman ini bisa tumbuh dengan baik di Dataran Tinggi Dieng adalah kondisi tanah disini. Tanah di Dataran Tinggi Dieng mempunyai kandungan belerang yang cukup tinggi. Karenanya, sebagala tumbuhan yang ditanam disini bisa tumbuh dengan maksimal.

Di Dataran Tinggi Dieng, ada beberapa industri rumahan yang memproduksi aneka minuman yang berbahan dasar purwaceng. Setiap industri mempunyai ramuan atau racikan tersendiri. Karenanya, rasa yang dihasilkan disetiap produk pun akan berbeda, walaupun jenisnya sama. Begitu juga dengan harganya.

Satu boks purwaceng bubuk dijual dengan harga kisaran Rp50.000 sampai Rp70.000. Sementara, purwaceng yang dikemas didalam bentuk kapsul dijual kisaran harga antara Rp50.000 sampai dengan Rp100.000 per bungkus.

Suka artikel berjudul Purwaceng, Tanaman Herbal Khas Dieng Jawa Tengah, Yuk bagikan ke: