Upacara Bubuka, Upacara Adat Sunda

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dalam budaya Sunda, karya seni tidak hanya sekadar dilihat dari sisi estetika atau artistik. Nilai tata krama dan juga etika menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kesenian Sunda. Hal tersebut bisa kita lihat dalam salah satu prosesi penyambutan para tamu di tanah Priangan. Prosesi tersebut bernama Upacara Bubuka.

Upacara Bubuka ini merupakan rangkaian pertunjukkan yang menyajikan kolaborasi berbagai macam jenis kesenian masyarakat Sunda. Rangkaian pertunjukkan ini menjadi simbolisasi dari penghormatan masyarakat setempat kepada para tamu. Upacara Bubuka ini merupakan hiburan sekaligus tradisi penghormatan kepada para tamu didalam berbagai kesempatan. Sesuai dengan namanya, Upacara Bubuka ini biasanya diletakkan sebagai pembuka dari suatu acara atau suatu perhelatan yang dihadiri oleh banyak orang.

Kesenian Upacara Bubuka

Dalam salah satu pagelaran kesenian Lingkung Seni Sunda ITB, Upacara Bubuka ini ditampilkan sebagai prosesi pembuka pagelaran. Upacara ini diawali dengan kemunculan dari seseorang yang sedang membawa gunungan sebagai simbolisasi alam Parahyangan yang asri. Kemudian, masuklah 6 (enam) orang penari pria dengan gerakan koreografi yang gagah dan menyimbolkan pengawal Kerajaan Sunda yang tangguh. Selanjutnya, masuklah beberapa para penari wanita yang kemudian menari secara berpasangan dengan para penari pria yang telah masuk diawal tadi, yang melambangkan keindahan dan keharmonisan yang ada di tanah Sunda. Muncul juga sesosok pria berkostum bangsawan dan bermahkota sebagai manifestasi dari Prabu Siliwangi atau penguasa yang arif dan bijak, menyambut para tamu yang hadir didalam pagelaran ini.

Tidak ada pakem baku tentang susunan kesenian yang ditampilkan didalam Upacara Bubuka. Biasanya, kesenian yang ditampilkan hanya mengikuti tema atau pesan yang ingin disampaikan kepada para tamu. Namun, umumnya pertunjukkan yang ditampilkan lebih dominan mengangkat sisi koreografi dan juga gestur dalam bentuk tari teatrikal. Musik latar yang mengiringi umumnya terdiri dari instrumen musik tradisional (waditra) Sunda seperti kendang, suling, rebab, kenongan, gamelan, dan instrumen lainnya.

No comments: