Arca Jogo Dolog, Perwujudan Prabu Kertanegara di Surabaya



Bicara tentang Provinsi Jawa Timur tentunya tidak dapat dilepaskan dari latar belakang sejarahnya yang sangat panjang, termasuk dimasa kedinastian. Provinsi Jawa Timur dikenal sebagai wilayah dengan banyak persinggungan dari berbagai kerajaan di nusantara. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya penemuan dari peninggalan masa kedinastian, salah satunya adalah Arca Jogo Dolog ini.

Arca Jogo Dolog berlokasi di Jalan Taman Apsari, Genteng, Surabaya, Jawa Timur. Menempati lahan kecil di antara 2 (dua) pohon beringin tua, di tengah permukiman penduduk, Arca Jogo Dolog ini berdiri menjadi simbol bagi perwujudan Prabu Kertanegara, yaitu Raja Singasari. Bagi sebagian orang, Arca Jogo Dolog ini dikenal dengan nama Arca Buddha Mahasobya.

Sugianto, yaitu penjaga Situs mengungkapkan, secara etimologi Arca Jogo Dolog ini berasal dari bahasa Jawa, yakni Jogo yang artinya jaga dan Dolog yang artinya kayu. Kaitan antara kayu dengan arca Buddha Mahasobya ini adalah arca tersebut ditemukan diatas sebidang tanah di Trowulan yang ditumbuhi oleh kayu jati. Arca tersebut kemudian dipindahkan pada tahun 1827 oleh Residen de Salls dari pemerintahan Belanda ke Surabaya serta menempatkannya di Taman Apsari dengan nama Arca Joko Dolog.

Tetapi ada versi lain yang mengatakan, bahwa arca yang dibuat pada 1121 Saka atau 1289 Masehi ini pada awalnya tidak berada di Kandang Gajah, Trowulan, namun berasal dari Candi Jawi di Malang. Pemindahan itu konon dilakukan oleh seorang Raja Majapahit.

Terlepas dari berbagai macam versi tersebut, Arca Jogo Dolog ini sesungguhnya menyimpan sekelumit cerita sejarah yang berkaitan dengan kebesaran dan juga kejayaan nusantara di masa kedinastian. Hal itu tergambar dari tulisan yang berbentuk syair yang ada di badan arca.

Suasana di Arca Jogo Dolog

Syair berbahasa Sansekerta yang menggunakan huruf Jawa Kuno dan terdiri dari 19 bait ini, menceritakan mengenai persoalan pembagian kerajaan Jawa menjadi Jenggala dan juga Panjalu. Pembelahan kerajaan yang dilakukan pendeta tinggi dari kerajaan Kediri bernama Mpu Bharadah ini merupakan akibat dari adanya sebuah perebutan kekuasaan diantara putera mahkota.

Menurut dari catatan sejarah, Arca Jogo Dolog ini dibuat untuk menghormati Raja Singasari yang bijaksana dan mempunyai pengetahuan sangat baik dibidang hukum selain juga pandai dalam dharma dan sastra. Cita-citanya yaitu ingin mempersatukan kerajaan-kerajaan di nusantara melalui sebuah ekspedisi Pamalayu, guna membendung pengaruh Kerajaan Mongol di kawasan Asia Tenggara. Bentuk penghormatan itu diwujudkan melalui arca yang dibuat dengan raut muka yang teduh, dan tangan yang membentuk sikap Bhumisparsamudra atau telapak tangan kirinya tertutup seolah-olah ingin menyentuh bumi.

Selain ada bangunan utama berupa arca perwujudan Prabu Kertanegara, Situs Arca Jogo Dolog ini juga mempunyai koleksi lain yang berupa arca Ganesha, Brahma, Wisnu, arca dayang-dayang, dan juga arca Singa. Sugianto menambahkan, setiap bulan selalu ada para pengunjung dari sekolah-sekolah yang ingin belajar sejarah mengenai kerajaan Jawa di situs Arca Jogo Dolog. Beberapa umat Buddha bahkan sampai saat ini masih ada yang beribadah di situs tersebut, dikarenakan Raja Singasari merupakan wujud dari Buddha Mahasobya.

Suka artikel berjudul Arca Jogo Dolog, Perwujudan Prabu Kertanegara di Surabaya, Yuk bagikan ke: