Candi Belahan, Candi Peninggalan Kerajaan Airlangga di Pasuruan



Candi Belahan terletak di suatu desa terpencil di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Secara administrasi, candi bersejarah ini masuk didalam kawasan Desa Wonosuryo, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur. Mengingat lokasinya yang berada di lereng Gunung Pananggungan, perjalanan untuk menuju ke Candi Belahan tidaklah mudah, dikarenakan harus melewati jalan desa yang rusak, berliku, dan juga terjal.

Menurut catatan sejarah masa kedinastian di Indonesia, Candi Belahan ini merupakan bangunan cagar budaya peninggalan dari Kerajaan Airlangga yang termasyur di Provinsi Jawa Timur. Candi ini dibangun sebagai petirtaan, yaitu tempat pertapaan Prabu Airlangga beserta dengan kedua permaisurinya, yakni Dewi Laksmi dan Dewi Sri.

Awalnya di Candi Belahan ada arca yang dipercaya sebagai arca Prabu Airlangga yang berwujud Dewa Wisnu dengan 4 (empat) tangan, yakni tangan kiri bagian belakang dengan memegang sangka, sedangkan tangan kanan belakang dengan menggenggam cakra, semacam senjata berupa roda bergerigi yang bisa mengakhiri segala kehidupan. Sementara kedua tangan yang lainnya membentuk sifat mudra, tulus bersemedi. Tetapi arca tersebut sudah lama runtuh, dan hanya meninggalkan relungnya saja.

Suasana di Candi Belahan

Tepat dibawah arca Prabu Airlangga terdapat 2 (dua) arca unik yang menggambarkan 2 (dua) permaisuri, Dewi Laksmi dan Dewi Sri. Keunikan dari kedua arca tersebut terletak disumber mata air yang keluar dari payudara. Mata air dari payudara tesebut merupakan simbol amarta, air yang dipercaya dapat memberikan kekuatan, penyembuhan, dan bagi yang meminum airnya, bisa memberikan khasiat awet muda. Meskipun Jawa Timur dilanda musim kemarau berkepanjangan, air dari petirtaan Candi Belahan ini tetap mengalir dan jatuh ke kolam berukuran 4x10 meter yang berada tepat dibawahnya.

Candi Belahan merupakan salah satu dari peninggalan masa kedinastian di Indonesia yang merepresentasikan tingginya akan nilai-nilai budaya yang dianut oleh masyarakat nusantara. Kekayaan ini telah sepatutnya dijaga dan dilestarikan, sebagai aset yang tidak ternilai harganya. Dibuka setiap hari, situs bersejarah Candi Belahan ini kerap dikunjungi oleh mahasiswa dan para peneliti asing yang ingin mengetahui lebih dalam tentang Kerajaan Airlangga, salah satu kerajaan besar di Jawa Timur yang harus terpecah menjadi 2 (dua) bagian karena perebutan kekuasaan.

Suka artikel berjudul Candi Belahan, Candi Peninggalan Kerajaan Airlangga di Pasuruan, Yuk bagikan ke: