Candi Gedong Songo, Candi Bercorak Hindu di Semarang Jawa Tengah

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Di lereng gunung Ungaran terdapat sebuah komplek candi Hindu yang dibangun sekitar abad VIII masehi dan bernama Gedong Songo. Komplek candi ini pertama kali ditemukan oleh Loten ditahun 1740. Nama Gedong Songo ini sendiri adalah nama pemberian para penduduk, yang berasal dari bahasa Jawa, yakni Gedong yang artinya rumah atau bangunan dan Songo yang bermakna 9 (sembilan), jadi Gedong Songo ini mempunyai arti sembilan bangunan (kelompok bangunan).

Tetapi jika berkunjung ke candi ini, anda hanya akan mendapati 5 (lima) komplek candi. Hal inilah yang memunculkan misteri dan belum terjawab, apakah ada makna lain dari kata 'Gedong Songo' ini atau masih ada 4 (empat) komplek candi lainnya yang sampai saat ini belum ditemukan?

Candi Gedong Songo yang diletakkan pada lereng gunung Ungaran bukan tanpa alasan. Sejak dahulu umat Hindu mempercayai bahwa gunung adalah tempat tinggalnya para dewa dan dipercaya sebagai tempat persembahan terhadap roh nenek moyang.

Candi Gedong Songo ini menyimpan kekhasan tersendiri yang menunjukkan adanya akulturasi budaya. Hal itu tergambar dengan adanya kepercayaan kepada Parswadewata, yakni persembahan kepada ruh nenek moyang yang bersatu dengan Siwa yang di candi disimbolkan dengan Lingga-Yoni yang dikawal oleh 3 (tiga), yaitu Dewa Durga, Dewa Ganesha, dan Dewa Agastya.

Hal lain yang menarik dari candi Gedong Songo ini adalah posisi candi yang diletakkan berderet dari bawah sampai ke atas perbukitan. Belum ada jawaban yang menjelaskan kenapa posisi candi dibuat sedemikian rupa, tetapi ada yang mempercayai, jika posisi candi tersebut menggambarkan tingkat kesucian yang artinya bahwa candi yang paling atasnya lebih suci dari pada candi di bawahnya. Atau ada juga yang mempercayai bahwa posisi candi ini menggambarkan petunjuk prosesi keagamaan yang dilakukan dari candi terbawah sampai teratas.

Suasana di Candi Gedong Songo

Anatomi dari candi-candi Gedong Songo sama halnya dengan candi pada umumnya, yakni terdiri atas 3 (tiga) bagian, yaitu kaki, tubuh, dan atap. Pada ketinggian 1.208 m ada Gedong I yang menghadap ke barat, di dalam biliknya masih tersimpan Yoni tetapi lingganya sudah tidak ada. Gedong II berada di posisi 1.274 m, di posisi ini ada 2 (dua) candi induk dan berhadapan dengan candi perwara yang sayang kini sudah runtuh.

Sementara pada Gedong III berada di ketinggian 1.297 m, gedong ini terdiri dari 3 (tiga) bangunan, yakni candi induk menghadap barat yang dilengkapi dengan sebuah arca, candi apit yang menghadap utara, serta candi perwara yang diletakkan di bagian depan candi induk. Mahakala dan Nandiswara ada di kanan-kiri pintu candi.

Sementara pada Gedong IV berada pada ketinggian 1.295 m, gedong ini terdiri dari 12 (dua belas) bangunan yang terbagi 3 (tiga) sub kelompok. Sub kelompok pertama terdiri dari candi induk dan 8 (delapan) candi perwara, sub kedua terdiri dari candi satu candi perwara, serta sub kelompok ketiga terdiri dari 2 (dua) candi perwara. Pada Gedong V ada candi induk yang diapit oleh reruntuhan candi perwara, lokasinya berada pada ketinggian 1.308 m, dan ada arca Ganesha. Jika pengunjung merasa lelah untuk dapat sampai di Gedong V pada ketinggian 1.308 m tersebut, anda tidak perlu khawatir karena pihak pengelola telah menyiapkan kuda sewaan. Selain itu, ada juga pemandian air panas yang sumber mata airnya berasal dari kawah pegunungan Ungaran.

Sekarang ini Gedong Songo berada dibawah pengelolaan Balai Pelestarian dan Peninggalan Purbakala yang bekerjasama dengan Dinas Pariwisata dan Budaya Kabupaten Provinsi Jawa Tengah. Komplek candi Gedong Songo ini merupakan salah satu objek wisata religi yang dimiliki oleh Kota Semarang. Letaknya yang berada di daerah pegunungan dapat menjadikan komplek candi Gedong Songo ini sebagai tujuan wisata alternatif, selain sebagai sarana bagi kita dalam melestarikan benda cagar budaya.

No comments: