Makam Kesultanan Kutai Kartanegara di Tenggarong



Kompleks Museum Mulawarman, di Tenggarong, merupakan tempat yang pas untuk menggali sejarah tentang salah satu kesultanan tertua di Indonesia, yaitu Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Selain bangunan Keraton dari di-era Sultan Aji Muhammad Parikesit, di Kompleks Museum Mulawarman ini juga ada situs bersejarah yang lain, yakni Makam Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Kompleks pemakaman ini menjadi tempat persemayaman terakhir lebih dari 140 anggota keluarga dari Kesultanan Kartanegara. Sebagian diantaranya yaitu para sultan yang pernah berkuasa sejak berdirinya Tenggarong.

Munculnya dari pemakaman keluarga kerajaan kesultanan ini diduga hampir bersamaan dengan berdirinya dari Kota Tangga Arung di Tepian Pandan pada tanggal 28 September 1782 Masehi. Peristiwa tersebut terjadi setelah Aji Imbut berhasil merebut tahta dari Kesultanan Kutai dari Aji Kado yang berkuasa di ibukota lama (Pemarangan) serta secara resmi dinobatkan menjadi Sultan Kutai dengan mendapatkan gelar Sultan Aji Muhammad Muslihuddin. Nama Tangga Arung dikemudian hari berubah menjadi Tenggarong. Kota Tenggarong (Tangga Arung) lalu menjadi pusat pemerintahan untuk Kesultanan Kutai sejak dimasa pemerintahan Sultan Aji Muhammad Muslihuddin (1780 sampai 1816 M) hingga berakhirnya Kesultanan Kutai ditahun 1960.

Suasana di Makam Kesultanan Kutai Kartanegara

Aji Imbut atau Sultan Aji Muhammad Muslihuddin menjadi sultan pertama yang dimakamkan di kompleks pemakaman ini. Beliau wafat pada tahun 1838 Masehi. Beberapa sultan lainnya yang tercatat dimakamkan di kompleks ini yakni Aji Muhammad Salehuddin (1816 sampai 1845 M), Aji Muhammad Sulaiman (1850 sampai 1899 M), dan Aji Muhammad Parikesit (1920 samapi 1960 M). Selain para sultan tersebut, turut dimakamkan juga para istri dan putra-putri mereka. Terdapat juga sejumlah ulama Kesultanan yang turut dimakamkan didalam kompleks ini sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasa mereka didalam mensyiarkan ajaran agama Islam di lingkungan Keraton.

Keberadaan dari kompleks Makam Kesultanan Kutai ini menjadi suatu indikasi akan adanya sebuah upaya untuk menyatukan makam Kesultanan Kutai didalam satu lokasi. Meskipun demikian, ada beberapa pengecualian, karena ada sejumlah situs makam yang terpisah dari kompleks ini. Salah satu makam yang terpisah yaitu makam Sultan Muhammad Alimuddin (1899 sampai 1910 M). Makam sultan ini ada di perbukitan Kampung Melayu Tenggarong. Ada juga makam Panglima Legendaris Kesultanan Kutai, Awang Lor, yang gugur didalam perang melawan Belanda serta dimakamkan di Kelurahan Sukarame dan Pangeran Notonegoro, yaitu pemangku jabatan sultan semasa Kesultanan Aji Muhammad Parikesit masih kecil, yang dimakamkan dibelakang Markas Tentara Kutai Kartanegara.

Suka artikel berjudul Makam Kesultanan Kutai Kartanegara di Tenggarong, Yuk bagikan ke: