Mendirikan Tiang Ayu, Ritual Menjelang Erau



Setelah ritual pra-Erau selesai dilaksanakan, maka festival ini pun bisa diselenggarakan. Sultan akan membuka pesta rakyat yang telah berusia lebih dari 700 tahun ini dengan ritual mendirikan ayu. Di dalam ritual ini, sejumlah pusaka kesultanan akan disandingkan di Ruang Stinggil (Siti Hinggil), Keraton Kutai. Sesuai dengan nama ritual ini, maka pusaka utama yang menjadi fokus ritual ini yaitu Tiang Ayu.

Yang disebut dengan Tiang Ayu disini adalah sebuah tombak pusaka yang disematkan disebuah kantung kain berwarna kuning. Tombak pusaka tersebut bernama Sangkok Piatu, tombak milik raja pertama Kutai, yaitu Aji Batara Agung Dewa Sakti. Di dalam kantung yang diikatkan padanya, ada beberapa kelengkapan ritual lain, yakni tali juwita, kain cinde, janur kuning, daun sirih, dan juga buah pinang.

Sebelum ritual dimulai, Tiang Ayu akan direbahkan menghadap ke arah singgasana Sultan. Pusaka tersebut diberi alas selembar kasur berwarna kuning serta dilapisi kain kuning bermotif merah yang disebut dengan tapak liman. Di bawah kasur tersebut, disiapkan juga lukisan tambak karang berwujud 4 (empat) ekor naga dan seluang mas berwarna-warni. Di kedua sisi Tiang Ayu, diletakkan 2 (dua) buah pusaka, Gong Raden Galuh dan juga Batu Tijakan.

Suasana Ritual Mendirikan Tiang Ayu

Sebagai pelengkap ritual, terdapat beberapa barang yang disiapkan, diantaranya lilin besar, lilin kecil, pakaian sultan yang dialasi sebuah piring, peduduk, dan jalinan daun kelapa yang disebut dengan jambak. Kelengkapan itu ditempatkan di keempat sudut tambakkarang. Persiapan lainnya yaitu balai persembahan disisi sebelah kanan kerangka penyangga Tiang Ayu. Balai ini berisikan peduduk, pakaian sultan, dan sebuah jabangan mayang siur. Disebelah kiri kerangka penyangga, ada guci berisikan air Kutai Lama dan jugasebuah jabangan berisi mayang pinang.

Pelaksanaan Tiang Ayu ini didahului dengan ritual yang dilakukan oleh para dewa (yaitu wanita pengabdi ritual) dan belian (yaitu pria pengabdi ritual) di Serapo Belian. Selesai ritual di Serapo Belian, para dewa dan belian duduk disisi kanan dan kiri dari Tiang Ayu. Ketika Sultan memasuki ruangan, semua hadirin akan berdiri dan sang Sultan berdiri menghadap Tiang Ayu. Para dewa melakukan besawai, lalu Tiang Ayu diangkat oleh beberapa orang keluarga Keraton serta diletakkan dalam penyangganya. Sesudah Tiang Ayu berdiri, seluruh hadirin akan berdoa bersama untuk kelancaran Festival Erau.

Suka artikel berjudul Mendirikan Tiang Ayu, Ritual Menjelang Erau, Yuk bagikan ke: