Menjelajahi Gunung Bukit Raya di Kalimantan Barat



Gunung Bukit Raya merupakan salah satu gunung dalam rangkaian 7 (tujuh) gunung tertinggi di Indonesia (7 Summits of Indonesia) yang mewakili gunung–gunung di Pulau Kalimantan, yang masuk ke dalam kawasan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya di Provinsi Kalimantan Barat. Taman Nasional ini juga menjadi bagian dari jajaran pegunungan Muller-Schwaner dengan puncak tertingginya yakni Puncak Kakam dengan ketinggian hingga 2.278 mdpl. Diantara gunung tertinggi lainnya, Gunung Bukit Raya inilah yang jarang didaki dan termahal setelah Gunung Carstensz Pyramid di Papua, Hal ini disebabkan karena letaknya yang sangat terpencil dan memerlukan berbagai macam moda transportasi untuk sampai ke titik pendakiannya.

Gunung ini bisa dicapai melalui 2 (dua) jalur yang ada di dua provinsi berbeda, yakni Desa Kasongan di Provinsi Kalimantan Tengah dan Desa Rantau Malam di Provinsi Kalimantan Barat. Jalur Rantau Malam lebih sering dipilih oleh para pendaki dibandingkan dengan jalur Kasongan, dikarenakan informasi pendakian melalui jalur ini lebih jelas dan transportasi yang digunakan menuju ke Desa Rantau Malam lebih mudah diperoleh. Dari Kota Pontianak, pendaki harus melakukan perjalanan darat menuju ke Nanga Pinoh, setelah itu berganti moda transportasi menjadi speed boat yang digunakan untuk mengarungi Sungai Melawi menuju ke Serawai, Jelundung dan juga Rantau Malam.

Ritual adat Ngukuih Hajat

Pendakian akan dimulai dari Resort TNBB-BR di Rantau Malam. Untuk mempersingkat waktu pendakian dapat juga menggunakan jasa ojek sampai ke pos Korong HP. Uniknya, sebelum pendakian dimulai, para pendaki diharuskan untuk melakukan ritual adat bernama Ngukuih Hajat. Ritual adat tersebut dimaksudkan untuk menguatkan semangat para pendaki supaya selalu diberikan keselamatan dan kekuatan lahir bathin sepanjang pendakian sampai kembali. Jalur pendakian Gunung Bukit Raya dapat dibilang masih sangat rapat dan juga minim petunjuk, oleh karena itu sangat dibutuhkan jasa guide untuk dapat mempermudah jalannya pendakian. Dalam kurun waktu satu tahun, tidak lebih dari 50 (lima puluh) grup terdaftar yang melakukan pendakian ke gunung ini.

Suasana di Gunung Bukit Raya

Jarangnya dijamah para pendaki, hutan Gunung Bukit Raya ini masih sangat lestari dan terjaga habitat flora dan faunanya. Ada lebih dari 800 jenis tumbuhan dari bermacam- macam famili, salah satunya yaitu bunga cantik Rhododendron yang menjadi tumbuhan endemik dikawasan ini. Berbagai macam jenis pacet, tawon, dan juga binatang liar lainnya menjadi tantangan mendaki di gunung ini. Jangan mengharapkan pemandangan yang indah dengan lautan awan terhampar luas, ataupun padang savanah hijau dengan langit biru yang dapat menambah semangat selama pendakian. Selama 5 (lima) hari pendakian, pepohonan rapat yang menjulang tinggilah yang setia menemani. Meskipun jalurnya terbilang landai, akan banyak ditemui undakan-undakan kecil yang mengharuskan pendaki untuk berjalan menanjak, turun, dan kembali menanjak, yang tentunya akan sangat menyiksa fisik para pendaki. Tebing batu yang cukup tinggi menjadi tanda bahwa titik puncak semakin dekat. Vegetasipun berubah menjadi hutan lumut dengan penuh akar dan juga batang pohon yang menghalangi trek pendakian.

Dan tidak lama akan sampailah di puncak tertinggi gunung ini, yakni Puncak Kakam dengan ketinggian 2.278 mdpl. Meskipun hampir seluruh zona gunung ini masuk ke daerah Provinsi Kalimantan Barat, tetapi puncaknya berada di region Provinsi Kalimantan Tengah. Berbeda dengan puncak gunung biasanya, Puncak Kakam ini hanyalah sebuah tanah lapang yang masih tertutup oleh banyak pepohonan. Satu-satunya pilihan supaya bisa melihat pemandangan hutan tropis khas Pulau Kalimantan adalah dengan memanjat pohon.

Alam yang masih terjaga keasliannya, begitu juga dengan berbagai macam rintangan yang bisa ditemui di Gunung Bukit Raya, dipastikan gunung satu ini menjadi tempat yang cocok untuk para penggiat alam yang sangat menyukai petualangan yang sangat menantang.

Suka artikel berjudul Menjelajahi Gunung Bukit Raya di Kalimantan Barat, Yuk bagikan ke: