Sego Tempong, Makanan Khas Banyuwangi Jawa Timur



Sebagai salah satu wilayah di Provinsi Jawa Timur, Banyuwangi tidak hanya dikenal dengan aneka ragam kebudayaannya, namun juga terkenal kaya akan kuliner khasnya. Salah satu kuliner khas yang dipunyai kabupaten paling ujung Pulau Jawa ini adalah sego tempong, yaitu sajian nasi dengan sambal yang nikmat dan sedap.

Sego dalam bahasa Jawa artinya nasi, sedangkan Tempong merujuk kepada bahasa Jawa Ngoko yang bermakna tampar, makna itu merepresentasikan pedasnya sambal di dalam sajian kuliner ini yang menurut para penikmat nasi ini, seperti merasakan pedasnya sebuah tamparan.

Secara umum, kuliner dari Banyuwangi ini berisi kumpulan sayur, seperti daun kemangi, rebusan daun bayam, dan kenikir. Kenikir sendiri merupakan tanaman yang berasal dari amerika latin serta banyak dijumpai di Asia Tenggara, khususnya di Indonesia. Karena mempunyai wangi yang khas, daun ini selalu dijadikan lalapan oleh masyarakat Indonesia, terlebih lagi daun kenikirnya dipercaya mempunyai khasiat sebagai obat sakit lambung.

Sego Tempong

Semua bahan-bahan sayuran tersebut disiram dengan sambal yang super pedas. Menurut dari penjual sego tempong di Banyuwangi, sambal di dalam kuliner ini terdiri dari 2 (dua) jenis, yaitu sambal kacang dan sambal terasi. Sementara itu lauk-pauk yang digunakan dalam kuliner ini terdiri dari banyak jenis, antara lain tempe, tahu, bakwan jagung, dan ayam goreng.

Sebagai kuliner tradisional masyarakat Kabupaten Banyuwangi, penjual sego tempong semakin jarang ditemukan. Meskipun demikian, bukan berarti masyarakat Banyuwangi melupakan kuliner khas ini. Dengan bahan-bahan dan cara mengolah yang sederhana, masyarakat Banyuwangi pun tidak jarang menjadikan sego tempong ini sebagai menu makan siang di rumah.

Suka artikel berjudul Sego Tempong, Makanan Khas Banyuwangi Jawa Timur, Yuk bagikan ke: