Genggong, Alat Musik Tradisional Dari Bali

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Genggong, Alat Musik Tradisional Dari Bali

Genggong merupakan sebuah alat musik tradisional yang berasal dari Bali. Alat musik ini merupakan salah satu instrumen getar yang sangat unik, sebab suara yang ditimbulkannya seperti memberi kesan mirip seperti suara katak sawah yang bersahut-sahutan ketika di malam hari. Keunikannya lainnya yang ada di alat musik ini adalah memanfaatkan rongga mulut orang yang membunyikannya sebagai resonator.

Daftar Isi

Fungsi Alat Musik Genggong

Di Bali sendiri, alat musik Genggong ini merupakan alat musik tradisional yang semakin jarang dikenal orang. Selain itu alat musik ini juga sering dimainkan di acara-acara hiburan, seperti di dalam acara perkawinan maupun di dalam pertunjukan seni tari. 

Cara Membuat Alat Musik Genggong

Alat musik Genggong merupakan alat musik yang terbuat dari pelepah pohon enau (pugoug). Pelepah yang pilih pun harus yang cukup tua dan kering, dan lebih diutamakan lagi yang mengering di bagian batangnya sendiri.

Cara membuat Genggong ini dimulai dengan memilih kulit luarnya, dibuat irisan penampang segi empat panjang dengan ukuran lebar sekitar 2 (dua) centimeter dan panjang sekitar 20 (dua puluh) centimeter. Pada bagian dalam yang lunak dibersihkan sampai hanya tersisa luarnya yang keras setebal 1/4 (seperempat) centimeter. Untuk palayah atau bagian instrumen bergetarnya terletak di bagian tengah-tengah irisan diantara kedua ujungnya dan berjarak 2 (dua) centimeter dari batas ujung penampang irisan dengan lebar palayah 1/2 (setengah) centimeter.

Palayah ini sendiri terdiri dari badan palayah dan ujung palayah yang mengarah ke bagian kiri irisan. Ujung palayah ini diusahakan setipis mungkin dengan lebar sekitar 10 (sepuluh) milimeter. Demikian juga dengan bagian badan palayahnya yang dibuat tipis, yaitu sekitar 2 (dua) centimeter, namun di bagian atasnya tetap dibuat tebal, yakni setebal irisan keseluruhan penampang irisan.

Selanjutnya dibagian ujung kanan irisan penampang dibuat lobang tempat tali benang, yaitu dengan panjangnya sekitar 5 (lima) centimeter. Benang tersebut diikatkan juga pada setangkai bambu bundar yang kecil, yaitu sepanjang 10 (sepuluh) centimeter.

Cara Memainkan Alat Musik Genggong

Orang Bali yang sedang memainkan alat musik Genggong
Orang Bali yang sedang memainkan alat musik Genggong

Alat musik Genggong umumnya dimainkan dengan cara mengulum (yanggem) dibagian yang disebut dengan “palayah”-nya. Pada jari tangan kiri memegang ujung alat di sebelah kiri dan pada tangan kanan menggenggam tangkai bambu kecil yang dihubungkan dengan seutas tali benang dengan ujung alat di bagian sebelah kanan.

Untuk membunyikan alat musik ini, maka benang tersebut ditarik-tarik ke samping kanan agak menyudut ke bagian depan, namun tidak meniupnya. Rongga mulut hanya menjadi resonator saja, jadi dibesarkan atau dikecilkan rongga mulut tentunya harus disesuaikan dengan rendah tingginya nada yang diinginkan.

Perkembangan Alat Musik Genggong

Dalam perkembangannya, alat musik Genggong ini sudah sangat langka dan semakin jarang dikenal orang. Namun di Desa yang telah memiliki tradisi Genggong yang kuat, yaitu di Desa Batuan (Gianyar) alat musik Genggong masih sering dimainkan sebagai pengiring tarian tradisional, yaitu tari Kodok dan hanya sebagai sajian musik instrumental saja. Bahkan salah satu seniman pengrajin pembuat genggong yang masih aktif di Desa Batuan (Gianyar) mengatakan ada kalanya alat musik Genggong ini dibuat sebagai barang souvenir untuk para wisatawan.

No comments: