Kedaton Kesultanan Ternate, Bangunan Bersejarah di Maluku Utara



Sebuah bangunan yang nampak seperti singa duduk dan berdiri kokoh dengan latar belakang keindahan Gunung Gamalama. Bangunan ini memang tidak dapat menyembunyikan usianya yang telah sangat tua, tetapi kondisinya terlihat sangat terawat. Bangunan besar yang memiliki warna kuning muda ini seolah-olah hidup dan memicingkan pandangannya ke arah lautan sebagai pertanda jika ia merupakan bangunan terpenting didalam sejarah kehidupan masyarakat Ternate, Provinsi Maluku Utara. Bangunan kokoh ini bernama Kedaton Kesultanan Ternate.
   
Kedaton Kesultanan Ternate ini dibangun oleh salah satu Sultan Ternate yang bernama Sultan Muhammad Ali pada tanggal 24 November 1813. Luas bangunan yang mempunyai bentuk persegi 8 (delapan) ini adalah kurang lebih sekitar 1500 meter persegi di atas tanah seluas 1,5 Hektar. Menurut sejarah, arsitektur yang membangun Kedaton Sultan Ternate ini adalah seorang berkebangsaan Cina. Tentunya hal inilah yang menjadi penyebab adanya beberapa detail oriental dibeberapa titik istana, seperti di tangga dan di beberapa sudut bangunan lainnya. Meskipun Kedaton ini merupakan barang milik dari Keluarga Sultan, akan tetapi sejak pada tahun 1981 pengelolaan dari bangunan ini berada dibawah pengawasan pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Ternate Provinsi Maluku Utara. Hal ini diperlukan mengingat Kedaton Ternate ini merupakan salah satu Istana Kerajaan tertua yang ada di nusantara.
   
Bangunan Kedaton Kesultanan Ternate ini masih digunakan oleh keluarga kesultanan sebagai tempat tinggal hingga saat ini. Beberapa para abdi dalem yang telah mengurus Kedaton ini secara turun-temurun pun sampai saat ini juga masih tinggal dan merawat Kedaton ini. Tetapi sebagai bagian dari sejarah dan juga kebudayaan Ternate, Kedaton ini juga berfungsi sebagai sebuah Museum yang menyimpan berbagai macam benda-benda peninggalan sejarah yang berkaitan erat dengan perjalanan sejarah rakyat Ternate. Bahkan, tepat disamping Kedaton dibangun sebuah Museum modern yang rencananya digunakan untuk menyimpan seluruh benda bersejarah yang ada di Kedaton, sehingga Kedaton Kesultanan Ternate ini benar-benar bisa berfungsi sebagai sebuah Istana Kesultanan sebagaimana mestinya. Sebagai informasi, Kedaton Kesultanan Ternate ini bisa dikunjungi oleh masyarakat umum sesuai dengan waktu yang sudah ditetapkan.

Banyak hal menarik yang ada di dalam Kedaton Kesultanan Ternate. Salah satunya yaitu Mahkota Sultan yang disimpan di ruangan khusus di dalam Kedaton. Konon katanya, Mahkota ini mempunyai rambut yang bisa tumbuh setiap saat, dan untuk mencukurnya pun diperlukan sebuah upacara khusus yang bernama "Istampa" setiap 1 (satu) tahun sekali, tepatnya di hari raya Idul Adha. Mahkota Sultan ini diperkirakan sudah berumur sekitar 500 (lima ratus) tahun dan telah ada sejak Sultan Ternate ke-1. Tetapi, untuk melihat secara langsung Mahkota Sultan ini tidak semua orang diperbolehkan. Hanya mereka yang telah mendapat izin dari Sultan sajalah yang diperbolehkan untuk menyaksikan secara langsung Mahkota kebanggaan masyarakat Ternate ini.

Suasana di Kedaton Kesultanan Ternate

Selain mahkota ini, masih terdapat benda lainnya seperti pakaian kebesaran sang sultan yang disimpan di lemari kaca, beberapa foto para sultan yang pernah memerintah Ternate yang terpampang di dinding Kedaton, sebuah singgasana Sultan pun juga ada di bagian dalam Kedaton dan nampak sangat berwibawa dengan berbagai macam atribut pelengkapnya. Selain itu juga, ada sebuah Al-Quran yang ditulis menggunakan tangan juga tersimpan dengan rapih di salah satu sudut ruangan di dalam Kedaton. Benda-benda semua ini sangat terawat, bahkan menurut dari beberapa Abdi Dalem Kedaton, ada sebuah ritual yang harus dilakukan sebagai bentuk upaya perawatan benda-benda yang sangat bersejarah ini.
   
Seperti halnya Istana lainnya yang ada di Indonesia, ada beberapa aturan yang tidak tertulis dan harus dipatuhi saat berkunjung ke Istana ini. Beberapa peraturan tersebut diantaranya yaitu keharusan melepas alas kaki saat memasuki ke ruangan dalam Kedaton, kemudian diharuskan memakai celana panjang ataupun rok panjang saat memasuki wilayah Kedaton. Hal tersebut merupakan bagian dari bentuk penghormatan terhadap Kedaton Kesultanan Ternate yang dianggap sangat sakral, tidak hanya oleh keluarga dan para kerabat Kesultanan saja, tetapi juga oleh seluruh masyarakat Ternate.

Nuansa mistis memang tidak terhindarkan saat masuk ke kawasan Kedaton Kesultanan Ternate. Sejak masuk melalui Gapura depan pun nuansa mistis juga sudah terasa karena akan disambut dengan sepasang patung harimau yang konon katanya bisa benar-benar hidup saat malam tertentu. Kedaton Ternate ini berada tepat di pusat kota Ternate, yaitu tepatnya berada di depan alun-alun kota yang langsung menghadap ke arah lautan. Bangunan tua bergaya klasik ini memanglah nampak sangat megah dan juga memancarkan kejayaan Kesultanan Ternate yang telah diakui tidak hanya di Indonesia, tetapi juga oleh bangsa Eropa seperti Belanda, Spanyol, dan Portugis.
Suka artikel berjudul Kedaton Kesultanan Ternate, Bangunan Bersejarah di Maluku Utara, Yuk bagikan ke: