Mengenal Kerajinan Ukiran Kayu Gianyar Bali

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gianyar memang terkenal sebagai daerah penghasil kerajinan dengan nilai seninya yang tinggi. Satu diantaranya adalah kerajinan ukiran kayu tradisional yang reputasinya sudah tersebar sampai ke mancanegara. Ukiran kayu asal Gianyar memang sudah dikenal karena rancangan yang sangat khas dengan detail ukiran yang sangat rapi, dan juga jenis bahan baku yang berkualitas tinggi. Tidak heran jika harga jualnya pun bisa menembus belasan dan bahkan puluhan juta rupiah.

Kerajinan ukiran kayu asal Gianyar memang bukanlah souvenir sembarangan. Proses pembuatan sebuah patung berkisar antara 1 sampai 4 bulan, melalui beberapa tahapan. Lamanya dari proses pengerjaan ini bergantung pada besarnya patung, pahatan yang dibuat, jenis kayu, dan juga banyaknya detail ukiran didalam patung atau ukiran yang dibuat. Selain itu, dikarenakan sentuhan dari setiap seniman pematung mempunyai kekhasan tersendiri, lama pengerjaan pahatan atau patung dari setiap seniman amat bervariasi.

Untuk sebuah patung kuda kayu dengan tinggi 2 meter dari kayu suar (trembesi), dibutuhkan waktu pengerjaan sampai 3,5 bulan. Dari rentang waktu tersebut, proses pengerjaan akan terbagi dalam beberapa tahapan, yang akan dimulai dengan pembuatan pahatan kasar (bakalan). Tahap selanjutnya yaitu pembuatan detail dengan pisau dan pahat kecil. Setelah kedua tahap tersebut selesai, tahap terakhir adalah penghalusan dengan amplas.

Ukiran Kayu Gianyar

Harga jual dari kerajinan ukiran kayu Gianyar ini amat bervariasi, tergantung siapa seniman yang mengerjakannya, detail ukiran, dan juga jenis bahannya. Karya dari setiap seniman mempunyai nilai ekonomi yang berbeda dikarenakan kekhasan masing-masing seniman sulit ditiru oleh seniman-seniman lainnya. Detail ornamen yang ada didalam tiap ukiran atau patung pun amat khas dan mempunyai tingkat kerumitan tersendiri, sehingga akan mempengaruhi harga jualnya. Sementara itu jenis bahan akan berpengaruh terhadap nilai setiap patung didalam jangka waktu yang panjang.

Jenis kayu yang paling umum dipakai oleh para perajin di Gianyar adalah kayu suar (trembesi) yang berasal dari Pulau Jawa dan Kalimantan. Jenis kayu lain yang juga dipakai diantaranya meranti, sonokeling, ebony, waru, dan bonggol jati yang juga berasal dari luar Pulau Bali. Bahan kayu lokal dari Bali yaitu kayu panggal buaya (Zanthoxyllum rhetsa) yang berwarna putih dan juga bentawas (Wrightia pubescens R.Br) yang berdiameter kecil namun panjang serta keras. Sedangkan, kayu seperti albasia jarang dipakai karena teksturnya yang lunak dan juga mudah lapuk sehingga tidak baik untuk investasi jangka panjang.

No comments: