Wihara Buddha Banjar, Kuil Buddha Terbesar di Bali

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kuil Brahmavihara Arama menjadi salah satu kuil Buddha di antara begitu banyaknya kuil Hindu yang terdapat di daerah Buleleng. Kuil Brahmavihara ini didirikan oleh Biksu Girirakhito Mahatera yang merupakan biksu pertama kuil. Kuil ini terdiri dari 3 (tiga) kata, yang pertama yaitu “brahma” yang artinya adalah “agung, sangat luhur, terpuji, dan juga mulia”, yang kedua yaitu “vihara” yang berarti adalah “cara hidup”, dan yang ketiga yaitu “arama” yang artinya adalah “tempat”. Jadi secara harfiah, kata Brahmavihara Arama dapat diartikan sebagai suatu tempat untuk melatih diri dan juga menempa perilaku luhur ataupun terpuji yang meliputi metta, karuna, mudita dan juga upekkha.

Bangunan Kuil Brahmavihara Arama berdiri di daerah perbukitan dan menghadap ke arah laut. Lokasinya terletak di Desa Banjar Tegeha, yang berjarak sekitar 18 (delapan belas) kilometer ke arah barat Singaraja atau 2 (dua) kilometer ke selatan dari Jalan Raya Singaraja-Seririt. Dari tempat ini, para wisatawan dapat menikmati pemandangan Laut Bali Utara yang membentang dari arah timur hingga ke barat.

Salah satu tugu yang mengesankan yaitu lonceng kuil berukuran besar yang merupakan sumbangan dari Thailand. Terdapat juga panel-panel yang mengisahkan cerita Buddha, replika dari candi Borobudur, dan tentu saja, patung Buddha.

Suasana di Kuil Brahmavihara Arama

Kuil Buddha ini berdiri diatas ketinggian dengan nuansa yang sejuk dan juga tenang. Banyak para wisatawan asing dan lokal yang datang ke kuil ini untuk belajar meditasi dikarenakan suasananya yang sangat tenang dan memang cocok untuk melakukan meditasi. Brahmavihara Arama atau yang lebih dikenal dengan Wihara Buddha Banjar ini merupakan kuil Buddha yang terbesar di Provinsi Bali. Siapa saja, dan dari agama mana pun, boleh berkunjung untuk bermeditasi di sini.

Pemberian nama Brahmavihara oleh almarhum Bhante Giri, yaitu selaku pendiri kuil, sangat sesuai dengan tujuan pendiriannya, dan juga untuk itu pula kuil ini dinyatakannya sebagai salah satu tempat bermeditasi.

No comments: