Inilah 3 Alat Musik Tradisional Dari Pulau Bali, NTB, NTT

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Inilah 3 Alat Musik Tradisional Dari Pulau Bali, NTB, NTT

Artikel ini merupakan bagian dari artikel berjudul "Inilah 35 Alat Musik Tradisional Indonesia dari 35 Provinsi", tepatnya membahas mengenai alat musik tradisional dari provinsi-provinsi di Pulau Bali, NTT, dan NTB. Nah berikut ini penjelasan alat musik tradisional dari 3 provinsi tersebut :

Daftar Isi

1. Alat Musik Tradisional Dari Bali

Gamelan Bali, Alat Musik Tradisional Dari Bali
Gamelan Bali

Salah satu alat musik tradisional dari Provinsi Bali adalah Gamelan Bali. Gamelan merupakan seperangkat alat musik tradisional yang umumnya dimainkan secara bersama-sama di dalam sebuah pertunjukan tari, upacara keagamaan, pertunjukan wayang, maupun dalam pertunjukan khusus seni suara.

Seperangkat alat musik yang tergabung dalam instrumen gamelan bali diantaranya adalah kendang, kempul, gong, serta gambang. Kecuali kendang, dalam pembuatan alat musik tersebut berasal dari tempaan logam sehingga saat dimainkan bisa menghasilkan suara yang sangat nyaring. Yang membedakan alat musik gamelan Bali ini dengan alat musik gamelan Jawa adalah terletak pada beberapa ornamen pahatan yang menyatu disetiap alat musiknya.

2. Alat Musik Tradisional Dari NTB

Pareret, Alat Musik Tradisional Dari NTB
Pareret

Alat musik tradisional Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yaitu bernama Pareret. Alat musik ini sejenis alat musik serunai ataupun terompet yang menghasilkan nada-nada melodis ketika ditiup. Jumlah lubang nadanya dari alat musik ini pun bervariasi, hanya saja umumnya berjumlah 7 (tujuh) buah nada. Pareret umumnya dikenal dalam kebudayaan Lombok Barat di dalam kultur agama Hindu yang berasal dari kebudayaan Provinsi Bali. Meskipun demikian, di Provinsi Bali sendiri saat ini sudah jarang sekali ditemukan alat musik ini.

Pareret biasanya menjadi alat musik tradisional Provinsi NTB yang kerap dimainkan di dalam upacara keagamaan Hindu. Di dalam memainkannya ada sebuah kepercayaan spiritualis yang menentukan boleh atau tidaknya dalam memainkan alat musik serunai khas NTB ini.

3. Alat Musik Tradisional Dari NTT

Sasando, Alat Musik Tradisional Dari NTT
Sasando

Alat musik tradisional Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yaitu Sasando atau yang biasa disebut dengan Sasando Rote. Sesuai dengan namanya, instrumen ini berasal dari pulau Rote. Sasando dari NTT ini terbilang jenis alat musik yang cukup unik. Karena keunikannya tersebut, bahkan sempat menjadi gambar utama pada mata uang Rp.5000.

Sasando terdiri 2 (dua) bagian utama, yakni pada bagian yang terbuat dari bahan bambu serta pada bagian yang terbuat dari bahan daun lontar. Bagian yang terbuat dari bahan bambu yaitu tempat melekatnya senar atau dawai sasando yang jumlahnya ada 56 dawai (sasando Dobel), 28 dawai (sasando Engkel), atau 84 dawai. Dawai-dawai tersebut dipasang mengelilingi bambu dengan panjang yang bermacam-macam.

Untuk menguatkan bunyi yang dihasilkan dari petikan dawai sasando, maka lengkungan dari daun lontar yang rapat tersebut dipasang pada bagian belakangnya dan kemudian diikat supaya dapat menyatu dengan bagian bambu. Terdapatnya lengkungan daun lontar inilah yang membuat alat musik sasando ini begitu unik.

Meskipun terbilang sangat etnik dan juga mempunyai nilai artistik yang sangat tinggi, sekarang ini sudah mulai jarang orang yang dapat menguasai dan bisa memainkan sasando.





No comments: