Inilah 5 Senjata Tradisional Dari Sumatera Barat

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Inilah 5 Senjata Tradisional Dari Sumatera Barat

Masyarakat suku Minangkabau dikenal sebagai masyarakat di Provinsi Sumatera Barat yang mampu menjaga kelestarian kebudayaan nenek moyangnya. Jika diperhatikan, meskipun merantau serta jauh dari kampung halaman, masyarakat Minang akan tetap memakai simbol-simbol adatnya sebagai bentuk perwujudan kecintaan mereka terhadap adat istiadat leluhur. Salah satu bentuk kelestarian akan peninggalan tersebut adalah adanya senjata tradisional yang tetap lestari sampai saat ini.

Jika berbicara mengenai senjata tradisional, di masa lampau senjata kerap dipakai dalam keperluan sehari-hari, baik itu yang terkait dengan pertahanan diri, kebutuhan hidup, sampai dengan kebutuhan dalam menunaikan ritual keagamaan dan adat. Nah apa sajakah senjata tradisional tersebut?

Berikut ini 5 senjata tradisional dari Sumatera Barat :
Daftar Isi

1. Kerambit

Kerambit, Senjata Tradisional Dari Sumatera Barat
Kerambit

Kerambit merupakan senjata tradisional yang paling populer diantara senjata lainnya dari Sumatera Barat. Kepopuleran dari senjata ini sangatlah luar biasa, karena serangan yang ditimbulkan oleh Kerambit sangatlah mematikan. Bahkan saking mematikannya, senjata satu ini diadopsi oleh US Marshal sebagai senjata wajib setiap para tentaranya.

Kerambit ini merupakan sebuah pisau dengan lengkungan siku pada bilahnya. Bilah yang tajam serta ujungnya yang runcing membuat senjata ini bisa melukai lawan dengan efek fatal. Sekalipun terkena dari luar, kulit yang terkena hanya akan terlihat tersayat saja, tetapi karena ketajamannya, senjata ini dapat menimbulkan luka dalam yang bisa memutus urat dan juga otot mereka yang terkena.

Banyak para sejarahwan mancanegara yang sudah meneliti senjata khas dari masyarakat Minangkabau ini. Catatan dari Asian Journal British pada tahun 1827 menyebutkan bahwa para tentara minang di masa perang kemerdekaan selalu dipersenjatai dengan tombak di tangan, keris di pinggang, dan kerambit di simpan di bagian. Sesuai dengan bentuknya, pisau ini hanya dapat dipakai untuk serangan jarak dekat.

2. Karih

Karih, Senjata Tradisional Dari Sumatera Barat
Karih

Karih merupakan sebutan bahasa Minang untuk senjata bernama keris. Seperti halnya masyarakat sub-etnis Melayu lainnya, senjata keris juga ditemukan di dalam kebudayaan masyarakat Minangkabau. Meskipun demikian, keris Minang ini mempunyai beberapa ciri khasnya tersendiri, yaitu memiliki jumlah luk atau lekukan yang sedikit (bahkan nyari lusur), sudut luk yang lebar, dan hulunya yang berukir melengkung ke bawah. Dimasa mapau, senjata tradisional khas Provinsi Sumatera Barat ini dipakai para bangsawan dan para penghulu kerajaan, tetapi saat ini Karih hanya dipakai sebagai perlengkapan pakaian adat para pengantin pria Minang.

3. Kalewang

Kalewang, Senjata Tradisional Dari Sumatera Barat
Kalewang

Kelewang merupakan senjata semacam golok yang umumnya dipakai dalam kegiatan pertanian. Di masa lampau, senjata tradisional ini dipakai sebagai senjata utama bagi para pasukan kerajaan ketika perang Padri bergejolak pada awal abad ke-19. Bentuknya yang unik dan memiliki banyak fungsi membuat senjata kelewang ini masih sering digunakan sampai saat ini.

4. Ruduih

Ruduih, Senjata Tradisional Dari Sumatera Barat
Ruduih

Ruduih merupakan senjata yang nampak sama seperti senjata kelewang. Senjata ini berbentuk seperti senjata pedang dengan satu sisi bilah yang tajam. Jika pada senjata kelewang sisi bilah tajam dan lurus, maka sisi tajam pada senjata ruduih ini lebih cenderung cembung ke dalam. Bentuk bilah yang demikian bisa membuat serangan kepada tubuh lawan lebih sangat mematikan. Tidak heran jika senjata ini kerap digunakan oleh para prajurit kerajaan saat sedang perang Manggopoh berkecamuk pada tahun 1908.

5. Piarik

Pengaruh kebudayaan Hindu Siwa di Provinsi Sumatera Barat sebelum agama islam masuk ke Indonesia juga meninggalkan peninggalan kebudayaan. Salah satunya adalah dengan adanya senjata yang bernama "Piarik". Piarik ini sendiri adalah sebuah tombak dengan 3 (tiga) mata yang tajam. Di Provinsi Sumatera Selatan, tombak piarik ini disebut dengan Trisula.

No comments: