Inilah 19 Tarian Tradisional Dari Bali Beserta Penjelasannya


Inilah 19 Tarian Tradisional Dari Bali Beserta Penjelasannya

Di seluruh dunia, Pulau Bali dikenal dengan julukan Pulau Dewata. Julukan tersebut diberikan bukan tanpa alasan. Selain dikarenakan keindahan panorama alamnya yang nyaris seperti surga, julukan pulau dewata tersebut diberikan juga karena masyarakat Pulau Bali sangat kuat di dalam memegang erat kebudayaan para leluhurnya. Meskipun ratusan ribu orang datang untuk berkunjung disetiap tahun, masyarakat Pulau Bali tidak pernah mengenal yang namanya percampuran kebudayaan. Kebudayaan bali yang murni tetap lestari sampai saat ini, hal itu dibuktikan dengan salah satu dari eksistensi tarian tradisional Provinsi Bali yang terus di pentaskan. Nah seperti apa sajakah tarian tradisional dari Bali ini? Berikut ini penjelasannya.

Daftar Isi

1. Tari Baris Tunggal

Tari Baris Tunggal, Tarian Tradisional Dari Bali
Tari Baris Tunggal

Tarian ini diperkirakan sudah ada sejak pertengahan abad ke-16. Dugaan ini didasarkan oleh informasi yang terdapat di Kidung Sunda, diperkirakan berasal dari tahun 1550 Masehi. Di naskah tersebut terdapat sebuah keterangan tentang adanya tujuh jenis tari baris yang dibawakan di dalam upacara kremasi di Jawa Timur.

Selain itu, terdapat juga sebuah keterangan bahwa pada awal kemunculannya, Tari Baris Tunggal ini merupakan bagian dari ritual keagamaan pada saat itu. Jenis tari baris yang berkaitan dengan ritual keagamaan disebut juga tari baris upacara atau tari baris gede. Para penari dalam tarian ini biasanya dibawakan antara 8 sampai 40 orang secara kelompok, dengan berbagai macam pernak-perik pelengkap seperti senjata tradisional yang bervariasi, tergantung dari asal daerah dari setiap tarian. Selengkapnya tentang Tari Baris Tunggal anda bisa mengunjungi artikel berjudul "Tari Baris Tunggal, Tari Tradisional Yang Mempesona dari Bali".

2. Tari Barong

Tari Barong, Tarian Tradisional Dari Bali
Tari Barong

Tari Barong adalah salah satu tarian peninggalan dari kebudayaan pra hindu, selain tari Sangyang. Kata barong sendiri berasal dari kata bahruang, yang artinya binatang beruang, yaitu seekor binatang mitologi yang mempunyai kekuatan gaib dan dianggap sebagai binatang pelindung. Tarian ini memakai boneka dalam wujud binatang berkaki empat atau manusia purba yang mempunyai kekuatan magis. Akan tetapi pada kenyataannya di Bali boneka Barong ini tidak hanya di wujudkan dalam binatang berkaki empat, namun ada juga yang berkaki dua. Selengkapnya tentang Tari Barong anda bisa mengunjungi artikel berjudul "Tari Barong, Tarian Tradisional Asli Bali".

3. Tari Bumbung

Tari Bumbung, Tarian Tradisional Dari Bali
Tari Bumbung atau Joged Bumbung

Tari Bumbung atau Joged bumbung merupakan joged fenomenal dan sangat dikenal oleh masyarakat Bali. Joged ini berasal dari Desa Kalopaksa, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng. Joded bumbung ini cukup fenomenal dikarenakan mengalami sebuah pergeseran makna dari tarian yang terkandung di dalamnya. Dari sebuah tarian yang sederhana kemudian menjadi tarian yang erotis dan bahkan sempat mendapat julukan joged porno. Selengkapnya tentang Tari Bumbung atau Joged Bumbung anda bisa mengunjungi artikel berjudul "Mengenal Tari Bumbung, Tari Eksotis Dari Pulau Bali".

4. Tari Cendrawasih

Tari Cendrawasih, Tarian Tradisional Dari Bali
Tari Cendrawasih

Nama tari cendrawasih ini diambil dari sebuah nama salah satu burung langka yang terdapat di pegunungnan irian jaya yaitu burung cendrawasih. Dalam Babad Bali pengertian Tari Cendrawasih ini adalah kehidupan burung Cendrawasih di pegunungan Irian Jaya dimasa birahi. Tarian ini diciptakan pada tahun 1988 oleh seorang penata busana bernama N.L.N. Swasthi Wijaya Bandem.

Tari Cendrawasih merupakan tarian berpasangan. Tarian ini ditarikan oleh dua orang penari atau lebih. Mayoritas para penari ini adalah seorang wanita. Dasar gerak tari cendrawasih mengikuti dasar pijakan dari gerak tari tradisi Bali, namun di beberapa pose, gerakan tarian ini telah dikembangkan sesuai dengan interprestasi penata. Selengkapnya tentang Tari Cendrawasih anda bisa mengunjungi artikel berjudul "Tari Cendrawasih, Tarian Tradisional Asli Pulau Bali".

5. Tari Cilinaya

Tari Cilinaya, Tarian Tradisional Dari Bali
Tari Cilinaya

Tarian ini diciptakan oleh I Wayan Dibia, yaitu salah satu seorang maestro tari tradisional Bali di tahun 1986. Tari Cilinaya ini pada awalnya diciptakan untuk dipentaskan oleh Sekaa Gong Patra Kencana Singapadu, di Gianyar. Gagasan lahirnya tarian ini terinspirasi dari ornamen cili. Cili ini merupakan salah satu ornamen khas didalam busana para penari Tari Cilinaya. Cili berupa sehelai kain panjang yang pada bagian ujungnya lancip dengan motif yang berwarna-warni. Cili yang menjadi bagian busana para penari melambangkan sebuah keceriaan dan kegembiraan melaui pesan utama dari tarian ini. Selengkapnya tentang Tari Cilinaya anda bisa mengunjungi artikel berjudul "Tari Cilinaya, Tarian Tradisional Dari Bali".

6. Tari Durga Mahisasura Mardini

Tari Durga Mahisasura Mardini, Tarian Tradisional Dari Bali
Tari Durga Mahisasura Mardini

Tari Durga Mahisasura Mardini merupakan tari kreasi yang terinspirasi dari kisah Durga Mahisasura Mardini yang tertulis didalam lontar Siwagama. Secara umum, garapan dari tari kreasi ini tidak lepas dari latar belakang budaya Bali, sebagai wilayah tempat kisah Durga Mahisasura Mardini lahir dan berkembang. Selain itu juga dari segi estetis, tarian kreasi ini juga tidak lepas dari esensi tarian Bali pada umumnya, termasuk didalam gerakan, tata rias, busana yang dikenakan, sampai musik yang mengiringinya. Selengkapnya tentang Tari Durga Mahisasura Mardini anda bisa mengunjungi artikel berjudul "Tari Durga Mahisasura Mardini, Tarian Tradisional Dari Bali".

7. Tari Kebyar Duduk

Tari Kebyar Duduk, Tarian Tradisional Dari Bali
Tari Kebyar Duduk

Tari Kebyar duduk diciptakan oleh seseorang yang bernama I Ketut Mario dari Tabanan ditahun 1925. Tari kebyar duduk umumnya disebut juga dengan tari Kebyar Terompong (jika dimainkan akan memakai instrument Terompong). Tari ini disebut Kebyar Duduk dikarenakan sebagian besar dari gerak-gerakan dilakukan dalam posisi duduk dengan menggunakan kedua kaki menyilang (bersila). Seperti halnya dengan tari Baris, Kebyar merupakan tarian tunggal, akan tetapi tarian ini bersifat individualistic. Tarian baris ini mengilustrasikan gerakan-gerakan ksatria Bali pada umumnya. Dalam tarian Kebyar ini penekannya terdapat pada penari itu sendiri yang menginsterpretasikan sebuah nuansa musik dengan ekpresi wajah dan gerakan. Selengkapnya tentang Tari Kebyar Duduk anda bisa mengunjungi artikel berjudul "Tari Kebyar Duduk, Tarian Tradisional Dari Bali".

8. Tari Kecak

Tari Kecak, Tarian Tradisional Dari Bali
Tari Kecak

Tarian ini merupakan tari pertunjukan masal atau hiburan serta cendrung sebagai sendratari, yakni seni drama dan tari, karena keseluruhnya menggambarkan seni peran dari Lakon Pewayangan, seperti lakon Rama Sita dan tidak secara khusus digunakan di dalam ritual agama hindu seperti odalan, pemujaan, dan upacara lainnya. Tari kecak diciptakan oleh seseorang yang bernama Wayan Limbak dan Walter Spies, yaitu seorang pelukis dari Jerman pada sekitar tahun 1930. Sebenarnya tari Kecak ini berasal dari ritual sanghyang, yaitu sebuah tradisi tarian yang para penarinya akan berada pada kondisi tidak sadar, melakukan komunikasi kepada Tuhan atau roh para leluhur dan kemudian menyampaikan sebuah harapan-harapannya kepada masyarakat. Selengkapnya tentang Tari Kecak anda bisa mengunjungi artikel berjudul "Tari Kecak, Tarian Tradisional Khas Bali".

9. Tari Kupu-Kupu

Tari Kupu-Kupu, Tarian Tradisional Dari Bali
Tari Kupu-Kupu

Tari kupu-kupu atau tari kupu-kupu tarum merupakan salah satu tarian tradisional yang berasal dari Bali. Menurut catatan sejarah tarian Bali, tari kupu-kupu ini diciptakan oleh I Wayan Beratha ditahun 1960-an. Tarian kupu-kupu merupakan jenis tarian grup putri yang dimainkan oleh 5 (lima) orang perempuan atau lebih. Tarian ini menggambarkan binatang kupu-kupu berwarna biru tua atau tarum yang sedang terbang serta hinggap dari satu bunga ke bunga lainnya. Secara filosofis, tarian kupu-kupu ini adalah penggambaran keindahan, kedamaian, dan juga eksotoknya pulau Bali. Selengkapnya tentang Tari Kupu-Kupu anda bisa mengunjungi artikel berjudul "Tari Kupu-Kupu, Tarian Tradisional Dari Bali".

10. Tari Legong

Tari Legong, Tarian Tradisional Dari Bali
Tari Legong

Tari legong adalah salah satu tarian non-ritual yang hingga sampai saat ini masih tetap lestari dan bertahan melintasi zaman. Tarian yang dicirikan dengan gerakan tubuh yang dinamis, gestur jemari lentik, serta delik mata yang sangat tajam ini sudah bertahan selama hampir 200 tahun. Pada awalnya, tari legong ini merupakan tari sakral. Tarian ini dibawakan secara khusus diperayaan odalan di area halaman dalam Pura Payogan Agung, Sukawati. Terinspirasi dari tari sakral tersebut, maka diciptakan tari hiburan untuk kalangan bangsawan yang di kemudian hari dianggap sebagai cikal bakal dari tari legong modern. Selengkapnya tentang Tari Legong anda bisa mengunjungi artikel berjudul "Tari Legong, Tarian Tradisional Khas Pulau Bali".

11.Tari Manuk Rawa

Tari Manuk Rawa, Tarian Tradisional Dari Bali
Tari Manuk Rawa

Tarian ini pertama kali diciptakan di tahun 1981 oleh seorang koreografer yang bernama I Wayan Dibia, dan seorang komposer yang bernama I Wayan Beratha. Sebelum menjadi sebuah tari lepas, tari Manukrawa ini merupakan bagian sendratari Mahabharata Bale Gala-Gala karya tim dari sendratari Ramayana atau Mahabharata Propinsi Bali yang ditampilkan di dalam Pesta Kesenian Bali pada tahun 1980. Dari sejarah tari Manukrawa ini gerakannya diambil dari tari klasik Bali yang kemudian dipadukan dengan gerakan tari yang berasal dari Jawa dan Sunda, yang telah dimodifikasikan sesuai dengan tuntutan dari keindahan.

Dalam menarikan tarian ini, biasanya akan dibawakan oleh sekelompok (antara 5 - 7 orang ) penari wanita. Tarian ini merupakan tarian kreasi baru yang menggambarkan perilaku dari sekelompok burung (manuk) air (rawa) sebagaimana yang telah dikisahkan di dalam cerita Wana Parwa dari Epos Mahabharata. Selengkapnya tentang Tari Manuk Rawa anda bisa mengunjungi artikel berjudul "Tari Manuk Rawa, Tarian Tradisional Dari Bali".

12. Tari Pendet

Tari Pendet, Tarian Tradisional Dari Bali
Tari Pendet

Tari Pendet adalah tarian selamat datang atau tarian penyambutan yang khas dari Bali dan merupakan tarian tradisional dari Bali yang sangat terkenal. Tarian ini ditampilkan diacara seperti penyambutan tamu besar atau acara-acara budaya lainnya. Tari Pendet biasanya dimainkan oleh penari wanita dengan membawa sebuah mangkuk yang berisi macam-macam bunga yang menjadi ciri khasnya.

Tari Pendet awalnya merupakan suatu tarian tradisional bagian dari upacara piodalan di Pura atau tempat suci lainnya yang sebagai ungkapan rasa syukur dan penghormatan dari masyarakat Bali guna menyambut kehadiran para dewata yang turun dari khayangan. Tari ini sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan spiritual masyarakat di sana.

Berawal dari situlah, salah satu seniman dari Bali yaitu I Wayan Rindi terinspirasi dan ingin mengubah tarian tersebut menjadi tarian selamat datang. Dibantu oleh Ni Ketut Reneng, keduanya pun menciptakan Tari Pendet sebagai tarian penyambutan dengan empat penari. Tarian ini kemudian dikembangkan dan disempurnakan lagi oleh I Wayang Baratha dengan ditambahkan jumlah penari menjadi lima orang. Selengkapnya tentang Tari Pendet anda bisa mengunjungi artikel berjudul "Tari Pendet, Tarian Tradisional Khas Bali".

13. Tari Puspanjali

Tari Puspanjali, Tarian Tradisional Dari Bali
Tari Puspanjali

Nama Puspanjali dari tarian ini sendiri berasal dari 2 kata, yaitu puspa dan anjali yang artinya adalah bunga dan menghormat. Sesuai dengan artinya, bahwa tari puspanjali adalah tarian penghormatan bagi para tamu. Tari Puspanjali merupakan tarian kreasi baru yang diciptakan oleh N.L.N. Swasthi Wijaya Badem, yaitu tepatnya pada tahun 1989. Selain dikenal sebagai pencipta daro tari puspanjali, N.L.N. Swasthi Wijaya Badem juga dikenal akan hasil karya tarian tradisional lainnya, seperti Tari Saraswati, Siwa Nataraja, Belibis, dan Tari Sekarjagad. Selengkapnya tentang Tari Puspanjali anda bisa mengunjungi artikel berjudul "Tari Puspanjali, Tarian Tradisional Dari Bali".

14. Tari Rejang

Tari Rejang, Tarian Tradisional Dari Bali
Tari Rejang

Tari Rejang diciptakan pada abad 8-14 M. Tarian ini biasanya dibawakan di pura, merajan ataupun di sanggah (tempat suci) pada saat upacara adat, sebagai rasa pengabdian kepada leluhur. Tari ini dilakukan oleh perempuan pada saat mengikuti upacara persembahyangan dengan posisi berbaris, melingkar dan juga berpegangan tangan. Pada saat Upacara Pangider Buana, para penari akan mengelilingi sesajian dan juga berputar-putar sembari menuruti arahan dari pradaksina. Penari Rejang biasanya akan menggunakan pakaian upacara adat yang dilengkapi dengan bunga-bunga emas di bagian kepala. Rangkaian ini merupakan bagian dari makna pengabdian itu sendiri. Selengkapnya tentang Tari Rejang anda bisa mengunjungi artikel berjudul "Tari Rejang, Tarian Tradisional Khas Bali".

15. Tari Sanghyang

Tari Sanghyang, Tarian Tradisional Dari Bali
Tari Sanghyang

Tari Sanghyang ini biasanya ditarikan di dalam upacara-upacara sakral dan bertujuan sebagai pelengkap upacara yang digunakan dalam mengusir wabah penyakit di daerah tertentu. Tarian Sanghyang ini tidak dapat dinikmati sewaktu-waktu dan juga tidak di sembarang tempat. Tarian ini berbeda dengan tari yang telah dimodifikasi menjadi sebuah pertunjukan umum seperti tari baris, tari barong kecak, tari legong, dan tarian lainnya.

Tarian Sanghyang ini terdiri dari beberapa jenis, yaitu di antaranya adalah Sanghyang Dewa, Sanghyang Dangklik, Sanghyang Deling, Sanghyang Celeng, Sanghyang Dedari, Sanghyang Penyalin, Sanghyang Bumbung, Sanghyang Medi, Sanghyang Sengkrong, Sanghyang Kidang, Sanghyang Janger, dan Sanghyang Jaran. Selengkapnya tentang Tari Sanghyang anda bisa mengunjungi artikel berjudul "Tari Sanghyang, Tarian Religius dari Bali".

16. Tari Telek

Tari Telek, Tarian Tradisional Dari Bali
Tari Telek

Tari Telek sampai saat ini masih sering dipentaskan secara teratur oleh sejumlah banjar atau desa adat di Bumi Serombotan, Klungkung, seperti di Banjar Adat Pancoran Gelgel dan di Desa Adat Jumpai. Jenis tari wali ini merupakan warisan leluhur yang pantang untuk tidak dipentaskan. Warga setempat meyakini bahwa pementasan Telek ini sebagai sarana untuk meminang keselamatan dunia, khususnya di wilayah banjar atau desa adat mereka. Jika nekat tidak mementaskan tarian ini, sama artinya dengan mengundang kehadiran sasab (penyakit pada manusia), merana (hama-penyakit pada tanaman dan ternak), dan marabahaya lainnya yang mengacaukan harmonisasi di dunia.

Keyakinan ini begitu mengkristal dihati krama Banjar Adat Pancoran, Gelgel dan juga Desa Adat Jumpai. Mereka melestarikan kesenian ini dari tahun ke tahun, dari generasi ke generasi sampai tidak sampai tergerus arus zaman. Begitu kuatnya mereka menjaga kesenian ini, sampai-sampai seluruh pakem pada pementasan Tari Telek dipertahankan secara saklek. Selengkapnya tentang Tari Telek anda bisa mengunjungi artikel berjudul "Tari Telek, Tarian Tradisional Dari Bali".

17. Tari Topeng Tua

Tari Topeng Tua, Tarian Tradisional Dari Bali
Tari Topeng Tua

Tari Topeng merupakan bagian drama tari tradisional Bali. Tari Topeng ini Selain dipentaskan untuk pertunjukan hiburan, terdapat pula jenis Tari Topeng yang menjadi pelengkap dalam upacara keagamaan. Salah satu Tari Topeng yang mempunyai fungsi dalam kedua hal tersebut adalah Tari Topeng Tua, atau yang disebut dengan Tari Werda Lumaku. Tari Topeng Tua ini adalah salah satu tarian tradisional yang berasal dari Bali. Tari Topeng Tua ini menampilkan seorang penari dengan busana yang megah dan juga mengenakan topeng kayu yang berasal dari kayu ylang-ylang. Topeng yang digunakan dalam tarian ini seperti raut wajah seorang pria yang berusia senja. Selengkapnya tentang Tari Topeng Tua anda bisa mengunjungi artikel berjudul "Tari Topeng Tua, Tarian Tradisional Dari Bali".

18. Tari Terunajaya

Tari Terunajaya, Tarian Tradisional Dari Bali
Tari Terunajaya

Tari Terunajaya adalah salah satu tarian tradisional yang berasal dari Bali, yaitu tepatnya dari Buleleng. Tarian ini termasuk ke dalam kategori tari balih-balihan atau tari hiburan dan dapat dipentaskan dimana saja, seperti di halaman pura, di lapangan atau panggung yang tertutup atau terbuka, dan di tempat-tempat lainnya. Pencipta dari tari Trunajaya adalah Pan Wandres dalam bentuk kebyar Legong dan kemudian disempurnakan lagi oleh I Gede Manik. Tarian ini di ciptakan pada tahun 1915 sebagai tarian hiburan yang bisa di nikmati pada saat perayaan tertentu. Selengkapnya tentang Tari Terunajaya anda bisa mengunjungi artikel berjudul "Tari Terunajaya, Tarian Tradisional Dari Buleleng Bali".

19. Tari Wiranata

Tari Wiranata, Tarian Tradisional Dari Bali
Tari Wiranata

Tarian ini merupakan tari kreasi yang diciptakan oleh Nyoman Ridet pada tahun 1960. Tari Wiranata ini mengambarkan kesan gagah dari seorang penari serta cocok sekali dalam melukiskan seseorang yang punya pengaruh dan wibawa seperti seorang raja. Dalam pertunjukannya, Tari Wiranata pada umumnya akan ditarikan oleh remaja putri, namun memungkinkan juga ditarikan oleh penari putra, baik itu dalam pementasan berkelompok (massal) maupun seorang diri (tunggal). Selengkapnya tentang Tari Wiranata anda bisa mengunjungi artikel berjudul "Tari Wiranata, Tarian Tradisional Dari Bali".
Suka artikel berjudul Inilah 19 Tarian Tradisional Dari Bali Beserta Penjelasannya, Yuk bagikan ke: